Cuaca Buruk, 2 Pesawat Wings Air Putar Balik ke Lombok

Rabu, 13 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM (ceraken.id)- Cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat menyebabkan dua pesawat Wings Air gagal mendarat di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (13/3/2024) pagi dan siang.

General Manager AirNav Lombok Kiki Adrian mengatakan kedua pesawat jenis Wings Air itu melakukan return to base (RTB) atau putar balik menuju bandara asal Bandara Internasional Lombok karena cuaca buruk.

Iya itu wajar. Tindakan safety yang memang harus dilakukan saat cuaca buruk,” kata Kiki, Rabu (13/3/2024). Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok Arif Haryanto membenarkan adanya dua pesawat jenis Wings Air yang melakukan RTB ke bandara asal di Bandara Internasional Lombok setelah gagal mendarat di Bandara Sumbawa.

Baca Juga :  Program MBG SAKTI

“Benar ada dua pesawat dari Bandara Lombok ke Sumbawa gagal mendarat. Kita arahkan balik lagi ke Lombok,” ucap Arif.

Baca Juga :  SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Arif mengatakan pesawat pertama Wings Air tipe ATR72 itu mengangkut 60 penumpang. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Lombok pukul 10.27 Wita dan dijadwalkan tiba pukul 11.38 Wita di Bandara Sumbawa.

Adapun pesawat kedua Wings Air tipe ATR72 juga melakukan RTB ke bandara Internasional Lombok. Pesawat yang berangkat pukul 10.58 Wita dan dijadwalkan tiba 12.06 Wita ini mengangkut sebanyak 54 penumpang***

 

 

 

 

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Kompas.com

Berita Terkait

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino
Program MBG SAKTI
Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia
Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika
Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan
Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Anggaran: Arah Baru Birokrasi NTB dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem
Humanity Itu Utopia: Refleksi Wing Sentot tentang AI dan Musik
Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:34

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:08

Program MBG SAKTI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:50

Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:48

Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:47

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26