Meninggal Tak Wajar di Malaysia, Jenazah PMI Asal Desa Anjani Dipulangkan

- Pewarta

Sabtu, 16 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR ( ceraken.id)– Jenazah Jupriyadi (37), seorang Pekerja Migran Indonesi (PMI) asal Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur akhirnya dipulangkan.

Isak tangis mengiringi kepulangan Jupri yang sudah berbalut kain kafan. Almarhum diterima langsung oleh keluarga dan masyarakat sekitar.

“Janazah almarhum sampai di rumah Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 13:30 Wita. Kemudian langsung dibawa ke musala selanjutnya langsung dimakamkan,” kata Nuraini, istri Jupriadi setelah dikonfirmasi, Sabtu (16/3/202)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepulangan jenazah Jupri ke tanah air bukan tanpa hambatan, pihak keluarga harus membayar Rp35 juta. Beruntung uang tersebut berhasil didapatkan dari urunan bersama keluarga besar dan beberapa donatur, masyarakat, hingga Lembaga Sosial Desa (LSD) Anjani.

Sebelumnya, Jupri pergi ke Malaysia berangkat dari rumahnya bersama seorang temannya pada Senin (19/2/2024) secara mandiri tanpa tekong dan sponsor.

Sebelum ke Malaysia Timur ia bersama temannya merantau ke Bali beberapa bulan lalu. Sepulang dari Bali kondisi Jupri tidak pernah sakit dan mengalami riwayat penyakit apapun.

Baca Juga :  Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

“Kalau dia izin ke saya memang secara ilegal. Tapi kalau di mertua saya dia izinya secara resmi. Makanya dia dikasih berangkat,” terang Nuraini .

Setelah keberangkatan suaminya, Aini terkahir berkomunikasi dengan Jupri pada pagi Rabu (21/2/2024).

Saat itu Jupri hendak menyeberang ke Malaysia melalui jalur laut. Semenjak itu nomor telepon Jupri sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Selanjutnya, pada Kamis malam, Ia mendapatkan kabar dari teman Jupri bahwa suaminya ditabrak sepeda motor saat menelusuri jalan raya saat berjalan kaki menuju tempat tujuannya bekerja. Saat ditabrak kondisi Jupri masih dalam keadaan sadar.

“Saat itu temanya ini pergi mencari bantuan di pekerja yang ada di sekitar lokasi itu. Namun pas dia balik katanya suami saya sudah tak dak ada lagi di tempat itu,” beber Aini.

Baca Juga :  Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

Kemudian pada Sabtu malam, seorang tetangga Aini melihat di media sosial Facebook, KTP dan foto dan mayat Jupri ditemukan sudah dalam keadaan mengenaskan.

Sementara itu, Anggota LSD Desa Anjani Firman Siddik menceritakan dari penjelasan tim dokter forensik yang menangani otopsi Jupri menyebutkan, penyebab kematian Jupri karena tabrakan yang mengakibatkan tulang rusuk sebelah kiri patah, kemudian menusuk paru-parunya sehingga mengakibatkan pendarahan di kepala.

“Kemarin kami sempat menduga-duga kalau kematiannya karena tabrakan. Tetapi setalah kami dijelaskan oleh dokter dan polisi Malaysia positif almarhum meninggal karena tabrakan itu,” ujarnya.

Sebelum ditemukan meninggal, Jupri sempat dibantu dan akan dibawa ke puskesmas terdekat oleh seseorang yang melintas di tempat ia ditabrak untuk mendapatkan perawatan.

Tetapi karena takut lataran masuk secara ilegal, Jupri akhir turun dan memilih untuk menunggu temanya. Jupri diperkirakan meninggal tidak lama setelah ditabrak tersebut.***

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Tribune Lombok

Berita Terkait

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang
Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati
Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam
Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun
Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur
Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal
Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih
Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terkait

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:45 WITA

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

Rabu, 15 Mei 2024 - 00:54 WITA

Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati

Senin, 6 Mei 2024 - 23:27 WITA

Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam

Minggu, 5 Mei 2024 - 13:01 WITA

Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun

Minggu, 5 Mei 2024 - 08:41 WITA

Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:55 WITA

Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:34 WITA

Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:29 WITA

Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

Translate »