Polri: Postmortem 15 Jenazah, 1.300 Pengungsi Pada Kasus Kebakaran Depo Pertamina di Jakarta

Minggu, 5 Maret 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CERAKEN.ID – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan terdapat belasan jenazah yang menjadi korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Seluruh jenazah sedang diidentifikasi.

“Yang ada di RS Polri Kramat Jati kurang lebih ada 15 saat ini sedang dilakukan postmortem (pemeriksaan jenazah),” kata Listyo, di Jakarta, Sabtu (4/3/2023).

Menurut Listyo, proses identifikasi penting dilakukan untuk mengenali korban, sebab kondisi korban mengalami luka hangus. Sedang dilakukan pendalaman karena kondisi lukanya hangus, sehingga kita perlu melakukan pendalaman terkait langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengenali korban,”jelasnya seperti dikutip CERAKEN.ID dari ASIATODAY.

Baca Juga :  SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Listyo menyebutkan masih ada tiga orang yang belum ditemukan akibat kebakaran ini.

Sementara, jumlah warga yang mengungsi akibat kebakaran mencapai 1.300 orang.“Masyarakat yang terdampak kurang lebih 1.300 yang mengungsi dan ditempatkan di 10 titik,” kata Listyo.

Kapolri meninjau lokasi kebakaran sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Dia diperintahkan untuk melakukan langkah-langkah pascaterjadinya kebakaran.

Dia memastikan tempat pengungsian ada untuk menampung korban.

Baca Juga :  Program MBG SAKTI

Berdasarkan data sementara, lokasi pengungsian korban kebakaran Depo Pertamina antara lain berada di RPTRA RASELA, Masjid Al Kurama RW 03, Masjid Al Muhajirin, RW 07, SDIT Gema Insani, RW 06, Koramil Koja, dan Kantor Kelurahan Rawa Badak Utara.

Terkait penyebab kebakaran, polisi masih mendalami. Tim gabungan dari Polda dan Bareskrim Polri masih melaksanakan olah TKP awal bekerja sama dengan Puslabfor.“Sedang dalam pendalaman, tentunya saat ini saya belum bisa jelaskan karena tim sedang bekerja,” tandasnya. (E-C/01)

Berita Terkait

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino
Program MBG SAKTI
Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia
Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika
Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan
Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Anggaran: Arah Baru Birokrasi NTB dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem
Humanity Itu Utopia: Refleksi Wing Sentot tentang AI dan Musik
Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:34

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:08

Program MBG SAKTI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:50

Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:48

Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:47

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26