Mataram di Jalur Kota Cerdas: Konsistensi Transformasi Digital Berbasis Pelayanan Publik

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawang (kiri), Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman (tengah), dan Akademisi Universitas Bumi Gora Prof. H.Tajuddin (kanan). Transformasi digital membutuhkan kesinambungan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah (Foto: PPID Kota Mataram)

Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawang (kiri), Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman (tengah), dan Akademisi Universitas Bumi Gora Prof. H.Tajuddin (kanan). Transformasi digital membutuhkan kesinambungan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah (Foto: PPID Kota Mataram)

CERAKEN.ID– Pemerintah Kota Mataram kembali menorehkan capaian penting di tingkat nasional. Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat ini berhasil masuk dalam sepuluh kota terbaik pada evaluasi tahap akhir implementasi Program Kota Cerdas (Smart City) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Capaian tersebut menjadi semakin bermakna mengingat sejak program ini dimulai pada 2018, sebanyak 251 kabupaten/kota di seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam proses implementasi dan evaluasi.

Keberhasilan tersebut bukanlah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi kebijakan, tata kelola, dan komitmen jangka panjang dalam melakukan transformasi digital di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evaluasi akhir dilakukan melalui sesi wawancara daring bersama tim evaluator nasional, yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, dari Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Selasa, 4 Februari 2026.

Momentum evaluasi ini menjadi titik penting untuk menilai sejauh mana kebijakan smart city tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata dan berdampak pada masyarakat.

Smart City Bukan Sekadar Teknologi

Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Mataram menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Mataram dalam membangun kota yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus responsif terhadap kebutuhan warga.

Transformasi tersebut dijalankan melalui Master Plan Smart City 2021–2031, yang menjadi fondasi pengembangan tata kelola pemerintahan digital dan pelayanan publik berbasis teknologi.

Namun lebih dari sekadar digitalisasi, pendekatan smart city di Mataram diarahkan untuk memperbaiki kualitas layanan serta memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat.

Menurutnya, implementasi smart city tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan berbagai inovasi pelayanan publik dan reformasi birokrasi yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Hal ini tercermin dari peningkatan kualitas layanan publik, tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, serta berbagai penghargaan nasional yang diterima Kota Mataram secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Saat TPA Penuh, Saatnya Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah

Transformasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan digital di Mataram bukan proyek sesaat, melainkan upaya sistematis untuk menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan layanan yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Pendekatan ini menempatkan warga sebagai pusat dari setiap inovasi dan kebijakan yang dikembangkan.

Dalam sesi pendalaman evaluasi, tim penilai nasional memberikan apresiasi terhadap komitmen pimpinan daerah serta kuatnya kolaborasi antar perangkat daerah dalam mengimplementasikan konsep smart city.

Akademisi Perbanas yang juga menjadi evaluator nasional, Prof. Harya Damar Widiputra, menilai Kota Mataram menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan evaluasi sebelumnya.

Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kota Mataram menunjukkan bahwa smart city tidak hanya berkutat pada pembangunan aplikasi atau digitalisasi layanan semata, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mencontohkan layanan di RSUD Kota Mataram, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berhasil memperlihatkan implementasi teknologi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Indikator kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik juga menunjukkan tren positif berdasarkan hasil survei yang dipaparkan.

Bagi tim evaluator, capaian tersebut menandakan bahwa kolaborasi antar perangkat daerah berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, ST.,M.Si yang menjadi koordinator implementasi smart city, juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama proses evaluasi berlangsung.

Menurutnya, kekuatan utama Kota Mataram terletak pada soliditas antar organisasi perangkat daerah serta dukungan penuh pimpinan daerah dalam mendorong inovasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Kehadiran langsung Wakil Wali Kota dalam sesi evaluasi juga memberikan kepercayaan diri bagi tim smart city dalam menjawab berbagai pertanyaan evaluator.

Proses evaluasi yang berjalan lancar sekaligus menunjukkan bahwa implementasi smart city telah menjadi agenda bersama, bukan hanya program sektoral semata.

Baca Juga :  Menjemput Ramadhan dengan Kebersihan Jiwa
Menegaskan Posisi Mataram di Tengah Dinamika Perkotaan

Masuknya Kota Mataram dalam sepuluh besar nasional evaluasi smart city semakin menegaskan posisinya sebagai kota yang mampu menjaga kesinambungan pembangunan di tengah dinamika perkotaan yang terus berkembang.

Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di NTB, Mataram menghadapi tantangan urbanisasi, pertumbuhan penduduk, serta tuntutan layanan publik yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, transformasi digital menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pilihan.

Capaian ini sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kota Mataram dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya Mataram HARUM — Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri.

Smart city dalam konteks Mataram tidak berhenti pada teknologi, tetapi menjadi instrumen untuk membangun kota yang lebih nyaman dihuni, lebih mudah diakses layanannya, serta lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Meski telah mencatatkan capaian penting, tantangan ke depan tetap besar. Transformasi digital membutuhkan kesinambungan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.

Selain itu, literasi digital masyarakat dan pemerataan akses teknologi juga menjadi pekerjaan rumah agar manfaat smart city dapat dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali.

Namun satu hal menjadi jelas: keberhasilan Kota Mataram masuk sepuluh besar nasional bukan sekadar prestasi administratif, melainkan refleksi dari arah pembangunan kota yang mulai menempatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kota cerdas bukanlah banyaknya aplikasi atau sistem digital yang dibangun, tetapi sejauh mana warga merasakan kemudahan, kenyamanan, dan peningkatan kualitas layanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan Mataram, melalui perjalanan transformasi yang terus berjalan, tampaknya sedang menapaki jalur tersebut dengan cukup konsisten. (TK Kominfo)

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : akun PPID Kota Mataram

Berita Terkait

Melawan Sampah Plastik Lewat Kanvas: Spirit Ekologis dalam Karya I Nyoman Sandiya
Merawat Kota Lewat Kolaborasi: Ketika Dunia Usaha Turut Menjaga Ketahanan Mataram
Menjemput Ramadhan dengan Kebersihan Jiwa
Saat TPA Penuh, Saatnya Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah
Ajong Mentaram: Lenggok Kota yang Terus Bergerak
Menjaga Stabilitas Harga Menjelang Ramadhan: Sinergi untuk Kesejahteraan Warga Mataram
Menjaga Keselamatan di Jalan Raya: Komitmen Bersama melalui Operasi Keselamatan Rinjani 2026

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:06 WITA

Melawan Sampah Plastik Lewat Kanvas: Spirit Ekologis dalam Karya I Nyoman Sandiya

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:37 WITA

Merawat Kota Lewat Kolaborasi: Ketika Dunia Usaha Turut Menjaga Ketahanan Mataram

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:54 WITA

Menjemput Ramadhan dengan Kebersihan Jiwa

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:43 WITA

Mataram di Jalur Kota Cerdas: Konsistensi Transformasi Digital Berbasis Pelayanan Publik

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:40 WITA

Saat TPA Penuh, Saatnya Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA