Putri Mandalika: Tafsir Baru Legenda Bau Nyale dalam Perspektif Spiritualitas Sasak

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nuriadi Sayip – Guru Besar Sastra dan Budaya Universitas Mataram

CERAKEN.ID– Nonton film pendek tentang Cerita Putri Mandalika, yang menjadi folklor peristiwa Bau Nyale. Adalah sebuah tafsir dan perspektif baru terhadap cerita legenda Putri Mandalika.

Alhamdulillah, merasa sangat puas saya, karena akhirnya bisa memberi pemikiran atau tafsir baru terhadap cerita Putri Mandalika yang identik dengan Bau Nyale ini.

Alhamdulillahnya lagi, pemikiran saya ini bisa didokumentasi secara resmi oleh Provinsi NTB, yang disupport langsung oleh gubernur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan mudah-mudahan ini menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat luas, khususnya generasi Sasak.

Bahwa Putri Mandalika yang selama ini dipercaya masyarakat banyak yang menceburkan diri ke laut dan tubuhnya berubah menjadi nyale.

Baca Juga :  Dwell in Resonance: Mendengar Dunia, Membaca Diri

Cerita ini seolah-olah masyarakat Sasak digiring ke pemahaman laten kalau orang Sasak membolehkan adanya Bunuh Diri dan seolah Sasak mengenal “penjelmaan” (reinkarnasi).

Pandangan umum ini saya coba sandingkan atau membantahnya bahwa kepercayaan semacam itu tidaklah benar. Ini bertentangan dengan Islam, padahal masyarakat Sasak identik dengan Islam. Sekali lagi, itu tidak tepat.

Yang benar adalah sosok Putri Mandalika itu adalah Putri dan Ratu yang waskita, yang mempunyai spiritualitas yang tinggi.

Bahkan sebelum dia memutuskan untuk menemuinya tgl 20 bulan 10 (kalender tradisional Sasak) itu, Mandalika melakukan tapa atau ritual untuk mendapatkan petunjuk Ilahi.

Atas hasil tapanya itulah, Putri Mandalika, mengundang para pangeran atau pelamarnya untuk datang ke Pantai Selatan (Seger).

Baca Juga :  Selamat Kota Mataram, Penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Dia sudah tau kalau Nyale akan keluar pada waktu itu (tgl 20 bulan 10) karena dia memahami tanda alam. Itulah bukti orang yang sholeh atau waskita (yang imannya tinggi itu) bisa membaca makna tanda-tanda di balik yang terlihat.

Lalu Putri Mandalika mengundang para pelamar untuk datang, dan pada saat itu, menjelang munculnya nyale, Putri Mandalika pindah maqom sebagaimana para waliyullah menghilang tatkala sudah selesai amanah atau tugasnya.

Alhamdulillah, orang yang beriman tinggi itu adalah dia yang mampu memanfaatkannya untuk ngabdi pada masyarakat. Kerena iman itu adalah energi baginya untuk berkontribusi.

Itulah ibadah yang paling tinggi sebagaimana Putri Mandalika lakukan kepada masyarakat.*

Pantai Kuta Mandalika, 07 Februari 2026

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil
Tapak Dara dalam Lanskap: Ketika Warna, Alam, dan Simbol Bertemu di Kanvas Dek Mahendra
Jejak Sakral di Balik Benang: Tenun Lombok dalam Siklus Hidup Masyarakat Sasak
Pringgasela: Menenun Hidup di Lereng Rinjani
Tenun Sembalun Lawang: Warisan Sunyi di Kaki Rinjani
Sinergi NTB–Jerman untuk Pariwisata, Perhotelan, dan Pendidikan: Jalan Kolaboratif Menuju Pembangunan Kawasan Nusa Tenggara
Batujai: Menenun Tradisi di Persimpangan Zaman
Masa Depan Ritus Kebangru’an

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:01 WITA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:08 WITA

Putri Mandalika: Tafsir Baru Legenda Bau Nyale dalam Perspektif Spiritualitas Sasak

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:42 WITA

Tapak Dara dalam Lanskap: Ketika Warna, Alam, dan Simbol Bertemu di Kanvas Dek Mahendra

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:35 WITA

Jejak Sakral di Balik Benang: Tenun Lombok dalam Siklus Hidup Masyarakat Sasak

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:04 WITA

Pringgasela: Menenun Hidup di Lereng Rinjani

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA