CERAKEN.ID– Mataram — Tantangan kota-kota modern hari ini tidak lagi sebatas pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kota Mataram, sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, merasakan langsung tekanan tersebut. Karena itu, Pemerintah Kota Mataram kini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan kota.
Upaya memperkuat kolaborasi tersebut tampak dalam kegiatan Coffee Morning yang diselenggarakan Lembaga Pengelola Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (LPTSP) Kota Mataram di Aula Pendopo Wali Kota, Jumat (6/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah dengan BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah kota untuk berdialog mengenai kontribusi nyata dunia usaha terhadap isu lingkungan dan kebencanaan.
Forum yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat gagasan itu menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi bahwa keberlanjutan kota tidak bisa lagi dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah.
Dunia usaha, sebagai bagian dari ekosistem perkotaan, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor usaha, ikut ambil bagian.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan kebutuhan bersama karena dampaknya dirasakan langsung oleh warga maupun pelaku usaha.
“Kota yang bersih, aman, dan tertata bukan hanya nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Kota Mataram dalam beberapa tahun terakhir telah menghadapi berbagai ujian kebencanaan, mulai dari dampak gempa bumi, abrasi di kawasan pesisir, hingga cuaca ekstrem yang memicu insiden pohon tumbang dan gangguan lingkungan lainnya.
Peristiwa-peristiwa itu menjadi pelajaran bahwa mitigasi bencana tidak bisa bersifat reaktif semata, tetapi harus dirancang melalui langkah-langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.
Dalam konteks inilah pengelolaan lingkungan menjadi salah satu kunci utama. Persoalan sampah, penataan ruang terbuka, pengurangan risiko banjir, hingga edukasi masyarakat tentang perilaku ramah lingkungan menjadi agenda penting yang terus didorong pemerintah kota.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Mataram menempatkan penguatan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat sebagai fokus utama pembangunan.
Pendekatan Tempah Dedoro yang kini terus dikembangkan menjadi salah satu strategi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan sejak dari sumbernya, terutama dalam pengurangan dan pengelolaan sampah rumah tangga.
Namun pemerintah menyadari bahwa perubahan besar membutuhkan dukungan sumber daya dan keterlibatan banyak pihak. Di sinilah peran tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR menjadi sangat relevan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, menekankan bahwa kontribusi CSR diharapkan tidak lagi sekadar bantuan insidental, tetapi menjadi program yang terarah, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan kota.
Menurutnya, isu lingkungan dan kebencanaan merupakan persoalan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga program CSR yang diarahkan pada sektor ini akan memberikan dampak sosial yang nyata sekaligus memperkuat citra positif perusahaan di tengah masyarakat.
Coffee Morning yang digelar LPTSP ini sendiri merupakan kegiatan kedua sejak forum tersebut dibentuk pada 2023. Keberadaannya menjadi wadah komunikasi dan kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk menyinergikan program pembangunan kota.
Di tengah pertumbuhan kota yang terus bergerak, forum semacam ini menjadi penting agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melalui kerja kolektif yang saling menguatkan.
Harapan Pemerintah Kota Mataram cukup jelas: tumbuhnya kesadaran bersama bahwa lingkungan yang terjaga dan kota yang tangguh terhadap bencana bukan hanya investasi sosial, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang.
Sebab pada akhirnya, kota yang mampu merawat lingkungannya akan menjadi kota yang layak huni, menarik bagi investasi, dan memberi rasa aman bagi warganya.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan Mataram tetap tumbuh sebagai kota yang tangguh, nyaman, dan berkelanjutan di masa depan.(tk-diskominfo)
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor
Sumber Berita : akun PPID Kota Mataram































