Presiden Jokowi Puji Kerapian dan Kebersihan Kota Mataram

Rabu, 1 Mei 2024 - 19:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Joko Widodo sedang menikmati makan malam (Foto: Dok. Kominfo mataram)

Presiden RI Joko Widodo sedang menikmati makan malam (Foto: Dok. Kominfo mataram)

MATARAM (ceraken.id)- Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram merupakan representative dari “teras depan” Provinsi NTB, terus berbenah di segala sektor, mulai dari kebersihan, tata kota, infrastruktur hingga pelayanan publik. Kerja keras yang telah dilakukan membuat kota Mataram mendapatkan pujian dari Presiden RI.

Saat bertemu dengan Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana di Hotel Lombok Astoria Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan apresiasi terhadap kebersihan dan kondisi Kota Mataram yang sangat tertata rapi.

“Pak Wali, Kota-nya betul betul sudah tertata rapi, dan bersih. Saya mengapresiasi betul kerja kerja yang telah dilakukan,” ungkap Presiden Jokowi saat berjabat tangan dengan Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walikota Mataram secara spontan mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang dilontarkan orang nomor satu di Indonesia tersebut, dan berharap kunjungan kerja Presiden Jokowi akan memberikan dorongan positif bagi pembangunan dan kemajuan di Kota Mataram pada khususnya, dan NTB pada umumnya.

Sesaat setelah beristirahat sejenak, Presiden Jokowi beserta rombongan bergegas untuk makan malam di salah satu spot kuliner yang sedang lagi naik daun di Kota Mataram, Mie Gacoan, yang berada di wilayah Kecamatan Mataram. Presiden mengajak serta Walikota Mataram menikmati sajian makan malam tersebut.

Kedatangan Presiden ini, disambut langsung oleh Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, bersama dengan Kapolresta Mataram, Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, dan Dandim 1606/Mataram, Kolonel Arm Muh Saifudin.

Kunjungan Presiden kali ini direncanakan berlangsung selama tiga hari dan akan melaksanakan beberapa agenda di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Pulau Sumbawa.***

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA