Bantuan Beras Pangan Pemerintah Berlanjut Hingga Juni

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi : Pengecekan Beras CPP sebelum didistribusikan ke KPM di Kantor Lurah Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram (F

ilustrasi : Pengecekan Beras CPP sebelum didistribusikan ke KPM di Kantor Lurah Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram (F

MATARAM (ceraken.id)–  Program bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kembali di lanjutkan hingga bulan Juni 2024 dengan total jumlah sasaran penerima yang masih sama yakni 38.203 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam upaya membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram Lalu Johari Minggu (31/3/2024) menjelaskan sebelumnya bantuan beras cadangan pemerintah di rencanakan hingga triwulan pertama di tahun 2024 namun Pemerintah pusat kembali mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang bantuan tersebut hingga triwulan kedua.

“Triwulan kedua itu bulan April, Meidan Juni, sebab untuk pendistribusian bantuan bulan maret ini sudah selesai,” ungkap Johari.

Dijelaskannya bahwa program bantuan beras candangan pangan pemerintah ini menjadi ranah Pemerintah pusat bersama Bulog sehingga pihak DKP hanya melakukan semua persiapan pendistribusian.

“Semua informasi terkait dengan program beras CPP ini kami dapatkan dari pihak kanwil Bulog NTB,”jelasnya.

Sementara itu terkait dengan jumlah sasaran penerima pada triwulan kedua tahun ini, Menurut Johari diperkirakan tidak ada perubahan dari triwulan pertama yakni 38.203 KPM dengan kuota perbulan mencapai 382,3 ton.

“Informasi sementara belum ada perubahan angka penerima dan proses pendistribusian juga masih tetap sama,”katanya.

Untuk penyeluran beras CPP di bulan maret sambung Johari sudah berjalan dengan lancar, sejauh ini belum ada protes dari warga terkait dengan kualitas beras, kendati diakuinnya untuk proses pendistribusiannya sedikit lebih lambat karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Pihak kelurahan membagikan saat malam dan warga datang sendiri ke kantor lurah karena mungkin kalau pagi banyak warga belum sempat ambil,”pungkasnya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA