Boyong Pemain Sakeco, Bupati KSB Obati Kerinduan Diaspora Sumbawa di Jakarta

Senin, 18 Maret 2024 - 10:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA BARAT (ceraken.id)- Kedatangan bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin pada acara buka puasa bersama dikediaman Prof. Din Syamsuddin di Jakarta, akhir pekan lalu meninggalkan kesan mendalam pada para diaspora yang turut hadir dikegiatan itu.

Bukan karena semata keberadaan Musyafirin, namun kesan para warga Sumbawa dan KSB perantau itu tertuju pada ‘oleh-oleh’ yang dibawa oleh orang nomor satu di KSB tersebut. Dimana kedatangannya memboyong pemain Sakeco untuk menghibur para tamu yang hadir.

Bukan sepasang, melainkan dua pasang sekaligus. Bupati KSB sengaja membawa lebih banyak dari pada kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Alhasil para tamu undangan larut dalam dentuman rebana dan dendang syair yang dibawakan para pemain Sakeco ‘buah tangan’ bupati KSB itu bagi warga Sumbawa dan KSB perantau di Jakarta dan sekitarnya yang hadir dalam acara.

Din Syamsuddin selaku tuan rumah dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesannya yang mendalam atas buah tangan yang dibawa bupati KSB itu. Bahkan ia secara pribadi mengaku sangat terhibur meski kemudian banyak syair yang dilantunkan sudah tidak dapat dia artikan maknanya lagi. “Saya senang. Malam ini saya menyebutnya sebagai malam tadarus budaya. Dan tentunya ini mengobati kerinduan kita para perantau akan kampung halaman,” katanya.

Prof. Din mengatakan, Sakeco berupa saj9ian lantunan syair yang diiringi alat musik rebana merupakan salah satu kesenian bertutur. Dan itu banyak ditemukan pada kebudayaan nusantara lainnya. Namun demikian, kata dia, meski memiliki kemiripan tetap ada hal spesifik yang membendakannya antara daerah satu dan lainnya.

“Makanya saya minta ini (Sakeco) perlu terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai salah satu produk identitas budaya kita tau Samawa,” kata Prof. Din.

Pada acara tersebut selain bupati KSB, turut hadir pula bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rofiq, Wakil Ketua DPRD KSB Merliza Jawas, dan Sekretaris Daerah KSB, H. Amar Nurmansyah. Ada pula sejumlah tokoh Sumbawa yang ada di Jakarta diantaranya Sultan Sumbawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Fahri Hamzah, H. Amir Jawas, Hatta Taliwang, Lukman Malanuang, Adi Pranajaya dan beberapa tokoh lainya.

Sepanjang kegiatan, sejumlah isu terkait pulau Sumbawa didiskusikan. Bupati KSB, H. W. Musyafirin sendiri menyampaikan terkait pentingnya mengelola setiap informasi dengan benar sebelum disebarluaskan ke masyarakat. “Jangan sampai membuat salah paham dan buat gaduh karena informasi yang diterima dikelola dan disebarkan dengan tidak benar,” kata bupati***

Sumber Berita : Suara NTB

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Jaga Budaya Bali, Wayan Koster Ganti Desa Wisata Jadi Desa Budaya
Made in Bali Siap Suguhkan Romansa dan Budaya Pulau Dewata di Layar Lebar
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:59 WITA

Jaga Budaya Bali, Wayan Koster Ganti Desa Wisata Jadi Desa Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:54 WITA

Made in Bali Siap Suguhkan Romansa dan Budaya Pulau Dewata di Layar Lebar

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA