BPBD Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana di Mataram

Minggu, 17 Maret 2024 - 13:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM (ceraken.id)- Badan Penanggulangan Bencana Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperpanjang status siaga darurat bencana di Mataram karena melihat eskalasi potensi bencana semakin tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Minggu, mengatakan, dengan eskalasi potensi bencana yang semakin tinggi akibat cuaca eskstrem, status siaga darurat bencana di Mataram diperpanjang sampai akhir Maret 2024.

“Sedianya, status siaga darurat bencana di Mataram berakhir pada pertengahan atau tanggal 16 Maret 2024,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, apabila ke depan terjadi peningkatan eskalasi terhadap potensi bencana yang ditandai dengan tingginya ancaman bencana, tingginya daerah terpapar bencana, dan tingginya korban bencana maka status siaga darurat bisa saja ditingkatkan menjadi siaga tanggap darurat.

Misalnya, ketika terjadi genangan akibat luapan air sungai yang berdampak hingga 4-5 RT (rukun tetangga) dengan intensitas lebih dari tiga jam, sehingga berdampak pada kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

“Jika kondisi dampak cuaca ekstrem seperti itu, status siaga darurat bencana bisa kita tingkatkan menjadi siaga tanggap bencana. Tapi semoga itu tidak terjadi,” katanya.

Akan tetapi, sambungnya, apabila eskalasi potensi bencana ke depan terus melandai hingga memasuki bulan April 2024, maka status siaga darurat bencana juga bisa kembali di perpanjang.

Dikatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada (15/3-2024) menyebutkan, cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras di Mataram masih akan terjadi hingga 10 hari ke depan.

“Dalam 10 hari ke depan wilayah Kota Mataram masih berpotensi terjadinya hujan disertai angin kencang,” katanya.

Hanya saja, BMKG memprediksi potensi angin kencang yang akan terjadi ke depan lebih landai dibandingkan angin kencang sebelumnya.

“Angin kencang dan hujan deras masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan, tapi tidak sekencang pada Rabu-Kamis (13-14/3), hingga menyebabkan 27 pohon tumbang,” katanya.

Kendati demikian, Mahfuddin, tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, gelombang pasang, dan longsor.

“Bencana bisa terjadi kapan dan dimana saja karena itu jika tidak ada kepentingan mendesak masyarakat sebaiknya tetap di rumah,” katanya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA