Bupati Lombok Tengah Diprotes Warga saat Safari Ramadhan, Dinas PUPR Beri Klarifikasi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 23:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH (ceraken.id) – Bupati Lombok Tengah harus merasakan malu karena mendapat protes dari pemuda Sengkol saat melakukan safari Ramadhan, di Kecamatan Pujut, Sabtu (16/3/2024).

Bupati didemo oleh Pemuda Desa Sengkol yang menuntut perbaikan jalan kabupaten yang rusak dari Sengkol ke Pengembur. Hingga kini jalan itu tak kunjung diperbaiki.

Aksi tersebut mengundang perhatian peserta yang hadir hingga harus dicegat oleh Satpol PP namun tidak berhasil.

Aksi tersebut baru berhenti setelah mantan camat Pujut dan kepala dinas Pariwisata Lombok Tengah Lalu Sungkul menarik paksa poster tersebut.

Dinas PUPR Lombok Tengah angkat bicara soal isu jalan rusak yang dinilai tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lombok Tengah Massadri Zulkarnain menjelaskan, jalan rusak karena aktivitas tambang. Truk-truk pengangkut material melintasi jalan tersebut.

Termasuk material-material penimbunan tanah untuk jalan Bypass BIL Mandalika

“Yang kedua juga karena warung-warung yang didirikan di bahu jalan. Orang-orang jualan itu dirikan toko ditembok, dipinggir dan bahu jalan,” beber Massadri.

Dikatakannya, jalan rusak memang cukup banyak namun pihaknya sempat menangani sebagian ruas Pengembur Mawun hingga akhirnya ketumpak.

Panjang ruas jalan Kabupaten Sengkol Pengembur ini adalah 4,5 kilometer. Menurutnya, yang mengalami kerusakan sekitar 30-40 persen.

“Kalau dari dinas PU ya, sumber anggarannya kalau ada saja maka pemerintah akan perbaiki. Namun saat ini tidak ada anggaran karena sudah berjalan semua kegiatan ini Kemungkinan tahun depan,” pungkasnya.***

 

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Tribune Lombok

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA