Empat Pemancing Hilang di Sambalia Ditemukan Selamat

Selasa, 2 April 2024 - 08:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pemancing yang ditemukan dalam kondisi kapal terisi air. Foto: Humas Polres Lombok Timur.

Kondisi pemancing yang ditemukan dalam kondisi kapal terisi air. Foto: Humas Polres Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR (ceraken.id)- Empat orang pemancing yang hilang saat pergi memancing akhirnya ditemukan dengan selamat oleh nelayan di lokasi. Pemancing yang hilang itu ditemukan di Dusun Padak Guar, Sambalia, Senin, (1/3/2024). Empat pemancing yang sempat dilaporkan hilang tersebut, yakni,Samsudin, warga Tibu Borok, H. Husni (Lombok Tengah), dan Herman (Pancor, Lombok Timur).

Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman menjelaskan, kronologi kejadian hilangnya empat orang pemancing tersebut berawal pada 31 Maret 2024, sekitar pukul 6.30 WITA. Samsudin, warga Desa Tibu Borok membawa tiga orang tamu untuk memancing di sekitar perairan Gili Lampu. Namun, sampai menjelang magrib, Samsudin dan tamu yang dibawa tidak juga kembali.

Warga yang mengetahui keberangkatan Samsudin khawatir, karena cuaca saat itu kurang bersahabat. Warga berinisiatif untuk mencari Samsudin, dan tiga tamu lainnya di sekitar kawasan Gili Lampu. Namun, setelah dilakukan pencarian oleh petugas, keberadaan pemancing tidak ditemukan.

“Sudah dilakukan pencarian namun hasilnya nihil, ” ucapnya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WITA, keempat pemancing melihat ada perahu nelayan dari Labuan Lombok yang melintas dan meminta pertolongan. Kondisi para pemancing pada saat itu tengah berpegangan pada tengger kapal karena perahu telah kemasukan air.

“Untung saja mereka berpegangan di erat di perahu yang terus menerus di terjang ombak, walaupun perahu mereka setengahnya sudah dipenuhi air laut, dan syukurnya mereka bisa kembali dengan selamat,” ungkap Niko, salah seorang pemancing.

Pemancing kemduan dibawa oleh nelayan ke Pantai Gili Lampu dalam keadaan selamat. Perahu mereka kemudian ditarik Tim SAR ke daratan.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA