Gabah Petani Keluar NTB, Harga Dipastikan Melonjak

Selasa, 2 April 2024 - 09:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen Padi disalah satu sawah milik petani di wilayah Lombok Barat.

Panen Padi disalah satu sawah milik petani di wilayah Lombok Barat.

MATARAM (ceraken.id)- Maret 2024 NTB mulai panen padi. Dengan dimulainya panen padi ini, pemerintah provinsi berharap agar para petani terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah. Artinya petani berhati-hati mengeluarkan gabahnya keluar daerah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat Baiq Nelly Yuniarti menyebutkan, pemerintah provinsi telah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 38 tahun 2023 tentang pengendalian dan pengawasan distribusi gabah yang ditetapkan pada 16 Mei 2023.

“Kami sosialisasikan ke masyarakat untuk hati-hati mengeluarkan gabahnya. Kita tidak ingin terulang kejadian awal tahun 2023 yakni kita membeli lagi beras kita yang sudah keluar,” katanya, Selasa (2/4/2024).

Ia menegaskan, pihaknya juga terus melakukan edukasi terutama para petani di NTB melalui berbagai platform media. Pasalnya jika petani mengeluarkan gabahnya maka resikonya sangat besar bagi kemaslahatan bersama.

“Masak gabah/beras kita digiling diluar kemudian kita beli lagi padahal disini mesin penggilingannya cukup banyak didaerah kita,” ujarnya.

Nelly mengungkapkan, disatu sisi para petani harus segera mengeluarkan atau menjual berasnya karena mereka tidak punya gudang penyimpanan sehingga ini menjadi simalakama. Sebab mereka juga membutuhkan modal balik sehingga ini menjadi atensinya.

“Karenanya Pergub yang ada ini kita harapkan efektif untuk menghambat keluarnya gabah NTB keluar daerah,” ucapnya.

Para petani di NTB lanjutnya, tidak terlalu eforia dengan harga gabah dari luar karena imbasnya adalah ketersediaan gabah atau beras akan berkurang sehingga harga menjadi tinggi.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA