Gubernur NTB Resmi Buka Festival Teater Indonesia 2025, Janjikan Ruang Ekspresi Lebih Luas bagi Seniman Muda

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur menjelaskan bahwa sejak awal merancang pembentukan Dinas Kebudayaan, ia membayangkan figur pemimpin yang mampu membuka ruang kreasi baru, bukan sekadar menjadi penjaga warisan budaya masa lalu. (Foto: Aks)

Gubernur menjelaskan bahwa sejak awal merancang pembentukan Dinas Kebudayaan, ia membayangkan figur pemimpin yang mampu membuka ruang kreasi baru, bukan sekadar menjadi penjaga warisan budaya masa lalu. (Foto: Aks)

CERAKEN.ID- Mataram – Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 resmi dibuka Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., pada Rabu, 10 Desember 2025 di Taman Budaya NTB. Prosesi pembukaan berlangsung meriah, ditandai dengan pemukulan gendang beleq sebagai simbol dimulainya perhelatan teater berskala nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Mataram sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan FTI tahun ini. Menurutnya, agenda nasional seperti ini tidak hanya memperkuat atmosfer seni dan kebudayaan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman FTI yang sudah memilih Mataram, NTB, sebagai tuan rumah. Dari perspektif pariwisata, ini menambah keragaman event di Mataram dan tentu memperkuat visi Pemerintah Provinsi NTB yang ingin menghadirkan event skala nasional dan internasional setiap bulan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan besar yang digelar sepanjang tahun, mulai dari Pornas yang menghadirkan hampir 18.000 peserta, Pocari Sweat Run, hingga MotoGP Mandalika, yang terbukti memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah, terutama sektor UMKM, bahkan turut menjaga pertumbuhan ekonomi NTB di luar kontribusi sektor tambang.

Komitmen Hadirkan Ruang Ekspresi Baru

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa teater merupakan ruang ekspresi yang penting bagi generasi muda. Ia secara terus terang mengakui bahwa pemerintah provinsi belum sepenuhnya mampu menyediakan ruang yang cukup progresif bagi para pelaku budaya.

Baca Juga :  Ketika Seni Menjadi Suluh Kemanusiaan

“Teman-teman yang muda, mohon maaf kalau dari perspektif kebudayaan kami tampak tua atau konservatif di depan kalian. Insya Allah tahun depan kita akan punya Dinas Kebudayaan,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal merancang pembentukan dinas tersebut, ia membayangkan figur pemimpin yang mampu membuka ruang kreasi baru, bukan sekadar menjadi penjaga warisan budaya masa lalu.

“Kita tidak ingin hanya menjadi tukang pos sejarah. Kita menerima tradisi dari masa lalu, lalu mengantarkannya ke masa depan tanpa memproduksi sesuatu. Saya ingin ada ruang memproduksi budaya baru, kreasi baru, yang akan diwariskan kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Gubernur bahkan mengaku dirinya pribadi ikut merasakan “menjadi tua” saat memikirkan bagaimana kebudayaan harus terus bergerak dan relevan. Karena itu, ia menekankan pentingnya memanfaatkan Taman Budaya NTB sebagai ruang ekspresi yang terbuka bagi publik.

“Tempat ini milik kalian semua. Manfaatkan ruang ini semaksimal mungkin,” ujarnya.

FTI 2025 Hadir di Empat Kota Sekaligus

Festival Teater Indonesia tahun ini merupakan hasil kolaborasi TITIMANGSA dan Perkumpulan Nasional Teater Indonesia (PENASTRI), didukung Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI.

Baca Juga :  Gerbang Sangkareang dan Jalan Kebudayaan Kota

Perhelatan FTI 2025 digelar serentak di empat kota: Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta, sebuah penanda bahwa pusat pergerakan teater Indonesia kini semakin tersebar di berbagai simpul budaya, tidak lagi terpusat di satu wilayah.

Festival berlangsung pada 1–16 December 2025, menampilkan 20 kelompok teater dan seniman individu dari berbagai provinsi.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Mataram sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan FTI tahun ini (Foto: Aks)

Untuk penyelenggaraan di Mataram, kegiatan terfokus di Taman Budaya NTB pada 10–12 Desember 2025 dengan menghadirkan lima peserta:

  • Dexara Hachika – Pontianak
  • Nara Teater – Flores Timur
  • Sanggar Budaya Kalimantan Selatan – Banjarmasin
  • Teater Lho Indonesia – Mataram
  • Yeni Wahyuni – Padang Panjang

Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal mengajak komunitas teater dan para seniman NTB untuk memanfaatkan penyelenggaraan FTI sebagai momentum memperkuat ekosistem seni pertunjukan di daerah.

“Insya Allah pemerintah akan berusaha memberikan dukungan untuk pengembangan ekosistem teater di NTB. Sudah waktunya kita melihat teater, jangan terlalu banyak dengar Pak Gubernur,” tutupnya, disambut gelak tawa dan aplaus penonton. (Aks)

Penulis : Aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil
Putri Mandalika: Tafsir Baru Legenda Bau Nyale dalam Perspektif Spiritualitas Sasak
Tapak Dara dalam Lanskap: Ketika Warna, Alam, dan Simbol Bertemu di Kanvas Dek Mahendra
Jejak Sakral di Balik Benang: Tenun Lombok dalam Siklus Hidup Masyarakat Sasak
Pringgasela: Menenun Hidup di Lereng Rinjani
Tenun Sembalun Lawang: Warisan Sunyi di Kaki Rinjani
Sinergi NTB–Jerman untuk Pariwisata, Perhotelan, dan Pendidikan: Jalan Kolaboratif Menuju Pembangunan Kawasan Nusa Tenggara
Batujai: Menenun Tradisi di Persimpangan Zaman

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:01 WITA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:08 WITA

Putri Mandalika: Tafsir Baru Legenda Bau Nyale dalam Perspektif Spiritualitas Sasak

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:42 WITA

Tapak Dara dalam Lanskap: Ketika Warna, Alam, dan Simbol Bertemu di Kanvas Dek Mahendra

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:35 WITA

Jejak Sakral di Balik Benang: Tenun Lombok dalam Siklus Hidup Masyarakat Sasak

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:04 WITA

Pringgasela: Menenun Hidup di Lereng Rinjani

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA