Harga Pangan di Lombok Timur Kompak Naik 7,99 Persen pada Awal Ramadhan

Kamis, 14 Maret 2024 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR(ceraken.id) – Memasuki hari ke tiga di minggu pertama bulan Ramadhan 1445 hijriah ini, sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Lombok Timur, terpantau mulai naik harga.

Berdasarkan pemantauan harga SP2KP pada Pekan pertama Maret 2024, ada beberapa komoditas pangan yang menunjukkan tren peningkatan harga

Di antara komoditas ini ada cabai merah yang naik sebesar 9,15 persen, minyak goreng 0,44 % , telur ayam ras 5,26 % , beras 3,06 % , daging ayam ras 4,34?n cabai rawit naik 15,94 % .

Mengatasi persoalan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lombok Timur untuk memperhatikan sejumlah komoditas tersebut yang dinilai menyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lombok Timur pada pekan lalu.

“Saya berharap harga komoditas tersebut dapat kembali stabil di pekan ini,” ucap Juaini pada saat rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara virtual pada Rabu (13/3/2024).

Pada kesempatan itu, Juaini selain meminta TPID untuk berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak yang berperan dalam perkembangan harga, ia juga meminta agar dapat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan daerah lain sebagai upaya stabilisasi, termasuk penggunaan belanja tidak terduga (BTT) seperti rekomendasi Kementerian Dalam Negeri.

Juaini melanjutkan, sebanyak 10 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan IPH tertinggi pada pekan pertama Maret 2024 lalu. Salah satunya Lombok Timur dengan IPH 7,99 % .

Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir pada rakor tersebut menegaskan kepada masing-masing kepala daerah agar meningkatkan pelaksanaan serta memantau gerakan menanam, terutama bagi daerah-daerah yang capaiannya belum bisa mengatasi inflasi. Selain itu juga melakukan operasi pasar secara masif.

“Kepada kepala daerah lebih perhatian terhadap pelaksanaan operasi pasar, jangan sampai dari minggu ke minggu harga-harga khususnya beras, belum dapat dikendalikan,” ujarnya.

Selain Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik, rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tersebut diikuti pula seluruh gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia.***

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA