Lebaran Topat di Kampung Bagi yang Merantau

Rabu, 17 April 2024 - 18:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Makam Loang Baloq yang menjadi lokasi kunjungan warga untuk berziarah di Lebaran Topat pada perayaan di Kota Mataram. Foto diambil Rabu (17/4/2024)

Gerbang Makam Loang Baloq yang menjadi lokasi kunjungan warga untuk berziarah di Lebaran Topat pada perayaan di Kota Mataram. Foto diambil Rabu (17/4/2024)

MATARAM (ceraken.id)- Perayaan Lebaran Topat di beberapa tempat hari ini, Rabu (17/4/2024), masih diwarnai adanya beberapa warga yang belum kembali ke tempat kerja, dan masih ingin berlebaran topat di daerah sendiri.

Tidak sedikit masyarakat di kampung memilih untuk menunda keberangkatan ke tempat kerja karena ingin berlebaran topat di daerah sendiri tahun ini. Adapun lebaran yang dimaksud pada saat ini adalah Lebaran Topat atau perayaan rasa sukur karena telah mampu menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Dilanjutkan dengan berpuasa Syawal sehari setelah Idul Fitri.

Tradisi Lebaran Topat diketahui cukup banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), perayaannya banyak terlihat di Lombok Barat dan Kota Mataram dengan mengunjungi tempat-tempat yang dianggap keramat atau makam para tokoh agama. Tradisi lebaran di Lombok juga diwarnai dengan mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di daerah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perayaan lebaran topat kini tidak hanya milik masyarakat pribadi akan tetapi juga dilakukan pemerintah sebagai bentuk kepedulian ikut menjaga kelestariannya dari gempuran kehidupan moderen. Didukung topografi yang dapat dibangun tenda membuat panggung hiburan rakyat berdiri di mana-mana, mulai dari Kecamatan Sekotong hingga Pantai Malimbu (Kecamatan Batu Layar).

Kepadatan akhirnya tidak dapat dihindari karena bayaknya kendaraan yang melintas di jalan-jalan wisata menuju bibir pantai. Masyarakat boleh merayakanya tetapi tidak lupa menjaga ketertiban dan menghargai kesenian yang dipertunjukan. Pesta Lebaran Topat adalah kebiasaan masyarakat di Lombok dalam menjalin silaturahim tanpa mengenal kekerabatan***

 

 

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA