Mangrove di Lombok Barat Jadi Tren

Kamis, 11 April 2024 - 12:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman mangrove oleh mahasiswa Universitas Mataram dan UIN Mataram, 2021, di Bagek Kembar, Lembar Selatan, Lombok Barat.

Penanaman mangrove oleh mahasiswa Universitas Mataram dan UIN Mataram, 2021, di Bagek Kembar, Lembar Selatan, Lombok Barat.

LOMBOK BARAT ,(ceraken.id)Penanaman mangrove di perairan Lombok Barat atau di kawasan teluk menjadi tren hari-hari ini. Mangrove ditanam dengan cara diikat didekat bambu agar tidak terhempas ombak. Melalui media tanam seperti itu, dan didukung perairan teluk yang relatif tenang memudahkan mangrove tumbuh dan berkembang dengan baik.

Di Lombok Barat, pengembangan kawasan tanaman mangrove terus diupayakan masyarakat di sekitar Teluk Lembar. Salah satunya yang dilakukan H. Agus Alwi dengan mengembangkan kawasan tanaman mangrove di Bagek Kembar, Cendi Manik, Kecamatan Sekotong. Kawasan yang tadinya budidaya perikanan kini menjadi pengembangan ekosistem kelautan.

“Apresiasi yang mendalam bagi semua pihak yang telah berkontribusi,” kata Agus kepada RRI Mataram, Maret 2024, di Bagek Kembar.

RRI Mataram yang berkesempatan ikut menanam mangrove di Bagek Kembar periode 2021 dan 2022, melihat langsung tumbuh kembang mangrove yang penuh tantangan. Hambatan karena berpotensi terhempas ombak, dan banjir. Sehingga untuk mengurangi risiko terkena ombak dan banjir, pengelola menandai area penanaman dengan membangun pagar pembatas.

Agus Halwi mengatakan, cukup banyak pihak yang telah berkontribusi membangun ekosistem mangrove di Bagek Kembar. Lebih lagi kontribusi tersebut datang dari anak muda atau mahasiswa. Penanam mangrove di Bagek kembar selain dari institusi pemerintah juga datang dari organisasi dan kemahasiswaan. Kontribusi dilakukan secara swadaya dan mendapat atensi dari pengelola***

 

 

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA