Mataram Siapkan Balai Rehabilitasi Sosial Anak

Rabu, 13 Maret 2024 - 17:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM (ceraken.id)- Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera menyiapkan balai rehabilitasi sosial anak sebagai wadah pembinaan serta pemulihan secara terpadu bagi anak berhadapan dengan permasalahan sosial dan hukum.

“Balai rehabilitasi anak ini akan kita beri nama Balai Harum yang berfungsi untuk rawat jalan atau rumah singgah,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Rabu.

Rawat jalan yang dimaksudkan, lanjutnya, pemulihan secara terpadu baik fisik, mental, maupun sosial, agar anak berhadapan dengan permasalahan sosial dan hukum baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi, harus dipastikan mendapatkan pendampingan dan penanganan maksimal.

Untuk penanganan masalah sosial anak baik itu anak jalanan, gelandangan, pengemis, ataupun anak berhadapan dengan hukum, pihaknya sudah memiliki tim pembinaan dan pendampingan.

Selain itu saat ini Dinsos memiliki dua psikolog dan pekerja sosial (peksos) yang siap mendampingi anak-anak yang mengalami permasalahan sosial termasuk dengan hukum.

“Jangan sampai anak perlakukan anak sebagai pelaku, korban, dan saksi disamakan,” katanya.

Terkait dengan itu, lanjutnya, untuk mengoptimalkan layanan pembinaan dan pendampingan tersebut, keberadaan balai rehabilitasi sosial anak dinilai mendesak.

“Karena itu pembentukan balai rehabilitasi kita perjuangkan agar tahun ini bisa terbentuk,” katanya.

Sebagai tahap persiapan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), dan lembaga-lembaga terkait lainnya.

“Alhamdulillah, mereka memberikan dukungan untuk pembentukan balai tersebut,” katanya.

Sementara, lanjutnya, untuk saat ini penanganan masalah sosial anak dan anak berhadapan dengan hukum bekerja sama dengan DP3A dan LPA, serta lembaga terkait lainnya.

“Untuk penanganan permasalahan sosial anak, kami tidak bisa sendiri tapi harus secara kolektif dan terpadu,” katanya.***

 

 

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA