Meski berpuasa, Warga Mataram Dihimbau Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu, 13 Maret 2024 - 17:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM (ceraken.id)  – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana angin kencang, angin puting beliung, pohon tumbang, banjir, gelombang pasang, dan longsor.

“Sesuai dengan prediksi BMKG menyebutkan cuaca ekstrem akan terjadi selama bulan Maret 2024,” kata Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Rabu.

Imbauan tersebut disampaikan Martawang menyikapi kondisi cuaca ekstrem di Kota Mataram berupa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.

Dikatakan, berdasarkan rilis BMKG menyebutkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di wilayah NTT, NTB, Bali, dan Jawa Timur tersebut, juga terjadi secara nasional, tapi tentu dengan potensi yang berbeda.

Oleh karena itu, lanjutnya, tim penanganan bencana harus mempersiapkan diri lebih maksimal baik dari SDM maupun peralatan, termasuk komunikasi dan koordinasi untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem.

“Adaptif dalam puasa, bukan berarti kurangi kewaspadaan,” katanya.

Ia mengatakan anomali cuaca yang terjadi saat ini tidak bisa diprediksi sebab dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya cuaca ekstrem biasa terjadi ketika menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. “Tapi tahun ini mundur dan cuaca ekstrem terjadi menjelang hingga masuknya bulan Ramadhan,” katanya.

Kendati demikian, kata dia, kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan tanpa mengurangi kekhusyukan menjalankan ibadah puasa.

“Masyarakat, terutama umat Muslim, tetap fokus ibadah puasa, tapi waspada harus jadi atensi,” katanya.

Sementara untuk memudahkan koordinasi penanganan bencana, kata dia, Pemkot Mataram telah membangun posko terpadu siaga bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

“Posko terpadu kami siapkan di pintu bagian timur Kantor Wali Kota Mataram untuk memudahkan koordinasi dan pengurangan risiko bencana,” katanya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA