Pebulu Tangkis Kelahiran Lombok, Jadi Bintang di Negeri Orang

Senin, 15 April 2024 - 13:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Somi Romdhani, saat berlaga dalam turnamen Badminton Asia Championship beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Somi Romdhani )

Somi Romdhani, saat berlaga dalam turnamen Badminton Asia Championship beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Somi Romdhani )

MATARAM (Ceraken.id)- Nama Somi Romdhani akhir-akhir ini sempat mencuat khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Somi Romdhani sendiri merupakan pemain Bulu Tangkis Kelahiran desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat yang kini membela negara Uni Emirat Arab (UEA).

Namanya melejit viral setelah menantang salah satu pebulu tangkis bintang Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dalam kejuaraan Badminton Asia Championship yang digelar pada 09 – 14 April lalu.

Menanggapi itu, Somi panggilan akrab Somi Romdhani mengaku kaget bercampur bahagia, dirinya mengaku hanya berkabar ke keluarga besar yang ada di Lombok meski dirinya sudah berstatus sebagai atlet Bulu Tangkis naturalisasi UEA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gimana ya, pertama agak kaget juga sebenarnya sampek viral sebegitu banyaklah, teman-teman Lombok memasukkan ke media sosial, dan keluarga juga. Sebenarnya saya cuma share di group keluarga saja, setiap kegiatan dan turnamen,” tuturnya melalui telpon seluler, Senin (15/4/2024).

Somi bercerita, dalam perjalanan karirnya saat di Indonesia dirinya pernah menempuh pendidikan Bulu Tangkis di PB Jaya Raya Jakarta, kemudian jauh setelahnya berangkat menuju UEA untuk mengadu keberuntungan.

Sesampainya disana, dirinya tidak langsung bergelut dengan olahraga bulu tangkis, tapi mencari keberuntungan lain. Kemudian dengan jeli melihat peluang dan berdasarkan potensi yang dimiliki akhirnya dia memutuskan untuk bermain sambil melatih bulu tangkis atlet lokal.

Empat tahun di UEA, Somi pun beberapa kali mengikuti turnamen, hingga pada akhirnya di tahun kelima ini, Somi resmi di naturalisasi oleh negara UEA dan sudah beberapa kali mengikuti turnamen internasional dengan berbendera UEA.

Berikut deretan turnamen internasional yang pernah Somi Romdhani ikuti dalam beberapa bulan terakhir:

1. 32nd Iran Fajr International Challenge 2024 International Challenge, 30 Januari – 03 Februari.

2. Azerbaijan International 2024 International Challenge 07 – 11 Februari.

3. Uganda International Challenge 2024 International Challenge 21 – 25 Februari.

4. Ciputra Hanoi – Yonex Sunrise Vietnam International Challenge 2024 International Challenge 12 – 17 Maret.

5. Ruichang China Masters 2024 Super 100 19 – 24 Maret.

6. Condensate Kazakhstan International Challenge 2024 International Challenge 02 – 06 April.

7. Badminton Asia Championships 2024 Super 10000 9 – 14 April.***

 

 

 

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA