Pemerintah Diminta Serius Tangani DAS, Warga Desa Persiapan Pengantap Berbuka di Tengah Banjir

Selasa, 19 Maret 2024 - 12:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Banjir bandang menerjang pemukiman warga Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Minggu sore lalu.

Banjir bandang menerjang pemukiman warga Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Minggu sore lalu.

LOMBOK BARAT (ceraken.id) – Daerah Sekotong dan sekitarnya dilanda hujan lebat, pada Minggu, 17 Maret 2024 mengakibatkan bencana banjir di beberapa titik. Salah satu daerah yang kerap kali dilanda banjir adalah Desa Persiapan Pengantap. Mirisnya, warga diterjang banjir saat berbuka puasa. Mereka pun harus berbuka di tengah banjir.

Daerah ini menjadi salah satu langganan banjir di Lobar. Hampir tiap kali hujan, banjir melanda daerah ini. Seperti Minggu sore, jelang warga berbuka puasa banjir datang dipicu hujan lebat dan air kiriman dari pegunungan. Warga yang tadinya bersiap-siap Berbuka puasa pun menjadi terganggu. “Kami warga dua Dusun, yakni Bengkang dan Kebeng dilanda banjir pas mau buka puasa sampai malam hari,”kata Saudi, warga Kebeng.

Bahkan akibat banjir kunjung surut dipicu hujan tidak reda-reda, menyebabkan warga terganggu melaksanakan Salat tarawih di masjid

Warga yang terdampak di dusun yakni Dusun Bengkang dan Dusun Kebeng hampir 700 jiwa lebih. Warga pun berharap agar penanganan dilakukan pemerintah agar tidak terjadi banjir terus menerus di daerah itu. Sebelumnya di daerah itu sudah dibangun jembatan dan talud sungai, namun karena posisi jembatan sedikit berbelok sehingga memicu menghambat air mengalir akibatnya air pun naik ke pemukiman.

Sementara itu, PJ Kades Persiapan Pengantap Saidi mengakui memang daerah setempat menjadi langganan banjir, “memang sudah langganan banjir,”jelasnya. Untuk penanganan pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak Pemkab. Pihaknya meminta Para Kadus untuk melaporkan data terdampak bencana banjir tersebut. Termasuk panganan jangka pendek, menengah dan panjang yang perlu dilakukan.

Sementara itu, Faesal, salah seorang tokoh pemuda di Sekotong menegaskan, persoalan banjir di Lobar, khususnya kecamatan Sekotong tak akan tuntas kalau tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk melakukan langkah-langkah pencegahan (preventif) atau mitigasi bencana. “Yang terjadi, kurang perhatian terhadap DAS yang ada di daerah Sekotong,” tegas dia. Pihaknya mendorong agar pemangku kebijakan mulai tingkat Kabupaten, provinsi hingga pusat melakukan langkah preventif terhadap bencana banjir ini. “Kami sangat berharap agar pemangku kebijakan untuk lakukan pencegahan, tidak hanya pandai lakukan evakuasi saja,” harap dia.

Menurut Ecel, langkah preventif ini perlu dilakukan, salah satunya dengan penanganan DAS di wilayah setempat. Pemerintah jangan hanya fokus menangani DAS di kawasan perkotaan namun juga di pelosok, karena daerah pelosok ini menjadi daerah hulu terjadi banjir. Kondisi DAS di wilayah Sekotong, selain minim ditangani pentaludan, juga terjadi sedimentasi atau pendangkalan sungai. Sedimentasi itu disebabkan terjadinya erosi, kemudian erosi itu terjadi akibat minimnya penanganan dari pemerintah khususnya Pihak kehutanan provinsi***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Suara NTB

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA