Pemkot Mataram dan BPOM Lakukan Pengawasan Jajanan Takjil Ramadhan

Senin, 18 Maret 2024 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan

MATARAM (ceraken.id)- Pemerintah Kota Mataram bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pengawasan terhadap takjil Ramadhan 1445 Hijriah untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Sore ini kami bersama tim dari BPOM NTB akan turun ke beberapa titik pusat jajanan takjil di Mataram,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan di Mataram, Senin.

Beberapa titik pusat jajanan takjil di Kota Mataram, antara lain Lapangan Pagutan, Jalan Airlangga, kawasan Ampenan, dan Rembiga.

Dia menjelaskan pengecekan keamanan takjil untuk memastikan bahwa pangan yang akan dikonsumsi masyarakat untuk menu berbuka puasa aman.

Pasalnya, katanya, selama Ramadhan ini semua orang ingin menampilkan produk mereka untuk di jual, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan agar pangan yang dijual pedagang itu aman dari bahan bahan pengawet dan pewarna berbahaya, seperti formalin, boraks, dan Rodamin B.

“Pengawasan jajanan takjil kita lakukan dengan mengambil sampel dan uji cepat tes bahan pangan berbahaya,” katanya.

Dia mengatakan makanan yang menggunakan bahan berbahaya atau tidak layak konsumsi dalam jangka panjang bisa berpotensi menjadi pemicu penyakit kanker, sedangkan dalam jangka pendek bisa memicu keracunan.

Selain itu, kata dia, bisa menjadi sumber penularan infeksi, baik dari kemasan maupun penyajian.

“Karena itulah pengawasan ini kita manfaatkan jadi kesempatan edukasi cara penyajian higienis dan penggunaan bahan makanan aman,” katanya.***

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA