Pemprov NTB Gandeng Pondok Pesantren Ajarkan Bijak Bermedia Sosial

Rabu, 3 April 2024 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan tabligh akbar yang digelar Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka. (Foto: Humas Diskominfotik NTB)

Kegiatan tabligh akbar yang digelar Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka. (Foto: Humas Diskominfotik NTB)

LOMBOK TIMUR (ceraken.id)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melalui Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistika Provinsi Nusa Tenggara Barat (Diskominfotik NTB) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI menggandeng Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang bijak dan mempromosikan literasi digital.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan pesan-pesan bijak bermedia sosial kepada generasi muda, terutama santri dan Santriwati di pesantren tersebut.

Kepala Bidang Persandian Diskominfotik NTB, Safrudin, menekankan meskipun media sosial memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya harus bijak. Ia juga menyoroti pentingnya memahami batasan-batasan dalam bermedia sosial yang telah diatur dalam perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang informasi transaksi elektronik.

“Saat bermedia sosial, kita harus memahami hal-hal yang penting, seperti tidak segera membagikan informasi sebelum memvalidasi kebenarannya,” ujar Safrudin di Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka, Selasa (3/4/2024).

Kegiatan tabligh akbar yang digelar Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka. (Foto: Humas Diskominfotik NTB)

Sementara itu, perwakilan dari Kemenkominfo RI, Pranata Humas Ahli Muda, Waiji. C.SE., MM, menjelaskan pentingnya persatuan sebagai kunci kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai permasalahan. Ia menekankan tema acara tersebut, yaitu “Merajut persatuan mempererat persaudaraan”.

Waiji juga menyoroti kebijakan dan regulasi terkait penggunaan media sosial serta upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi digital di masyarakat. Ia mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan dalam melawan penyebaran konten negatif dan hoaks di dunia maya.

Ustadz H. Ahmad Patoni, Ss., M.Pd, sebagai pimpinan Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, menyambut baik kerjasama ini. Ia berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat besar bagi para santri dan santriwati dalam memahami etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

“Semoga kerjasama ini dapat meningkatkan pemahaman santri dan santriwati di Pondok Pesantren kami dalam menggunakan media sosial secara bijak dan melawan informasi yang tidak valid,” tambahnya.

Kerjasama antara Diskominfotik NTB, Kemenkominfo RI, dan Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun literasi digital yang lebih baik di kalangan generasi muda NTB. Semoga pesan-pesan bijak yang disampaikan dapat memberikan dampak positif dan menginspirasi pengguna media sosial untuk menjadi agen perubahan yang baik dalam masyarakat.***⁹

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA