Pj Wali Kota Bima Berpesan Lebaran jadi Momen Perbaiki Hubungan Antar Sesama dan Sucikan Diri

Rabu, 10 April 2024 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Wali Kota Bima H Mohammad Rum saat memberikan sambutan usai pelaksanaan solat di Masjid Al Muwahhidin Kota Bima, Rabu (10/4/2024).

Pj Wali Kota Bima H Mohammad Rum saat memberikan sambutan usai pelaksanaan solat di Masjid Al Muwahhidin Kota Bima, Rabu (10/4/2024).

KOTA BIMA ( ceraken.id)- Pj Wali Kota Bima H Mohammad Rum mengingatkan Idul Fitri 1445 H memiliki makna yang sangat penting bagi kesinambungan roda pemerintah dan kehidupan sosial masyarakat Kota Bima.

Momentum ini tidak hanya sebagai akhir dari ibadah puasa , tetapi juga sebagai awal dari fase baru dalam memperkuat persatuan, solidaritas, dan semangat kebersamaan

“Pemerintah Kota Bima dapat menggunakan momentum ini untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat, serta mempererat ikatan kebersamaan dalam upaya membangun Kota Bima yang lebih baik,” pesan H Rum saat memberikan sambutan pada pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 H di Masjid Agung Al Muwahiddin, Kota Bima, Rabu (10/4/2024).

Sisi lain, bagi kehidupan sosial masyarakat, Idul Fitri menjadi waktu untuk memperbaiki hubungan antarindividu, keluarga, dan tetangga, masyarakat Kota Bima dapat saling memaafkan dan memperkuat tali silaturahmi, sehingga menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan mendukung mendukung satu sama lainnya, serta mempertahankan semangat fitrah usai ibadah .

“Saya mengajak seluruh umat Islam untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan yang diperoleh selama bulan suci Ramadan serta menjadikan momentum tersebut sebagai awal yang baru untuk meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat,” pesannya.

Ia melanjutkan, Ibadah Idul Fitri merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT,umat Muslim merayakan akhir dari bulan Ramadan yang penuh dengan ibadah, pengendalian diri, dan introspeksi spiritual.

Kesucian ibadah ini terletak pada kesetiaan umat muslim dalam menjalankan segala perintah Allah selama bulan Ramadan dan kemudian merayakannya dengan penuh kegembiraan dan syukur di hari Idul Fitri.

“Idul Fitri juga merupakan waktu untuk membersihkan hati dari dendam dan kebencian melalui dengan cara saling memaafkan,” pintanya pria nomor satu di pemerintahan Kota Bima ini.

Kesucian ibadah ini, kata H Rum, tercermin dalam kemampuan umat muslim untuk memaafkan kesalahan dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia sehingga tercipta kedamaian dan harmoni di tengah masyarakat.

“Idul Fitri menggambarkan momen kesucian spiritual di mana umat muslim mencapai kesempurnaan dalam ibadah selama bulan Ramadan, waktu untuk bersyukur atas nikmat dan rahmat Allah serta menguatkan tekad untuk tetap menjaga kesucian hati dan perbuatan di masa yang akan datang,” tandasnya.***

 

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA