Poli Stunting RSUD Mataram Tangani Rujukan Puskesmas

Minggu, 14 April 2024 - 14:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati

MATARAM (ceraken.id)– Poli khusus stunting yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram menjadi satu satunya rujukan dari puskesmas yang menangani kasus bayi stunting dengan indikasi medis untuk mendapatkan perawatan secara optimal untuk penyembuhan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati mengatakan, poli stunting merupakan wujud ikhtiar Pemerintah Kota Mataram untuk menurunkan angka stunting yang terus di maksimalkan oleh semua pemangku kepentingan.

“Poli stunting saat ini baru ada di RSUD Kota Mataram, dengan adanya poli stunting ini kami sudah menangani pasien rujukan dari puskesmas di Kota Mataram,” ungkapnya Minggu (14/4/2024).

Pelayanan di Poli Stunting RSUD Kota Mataram telah di siapkan sejumlah Dokter spesialis untuk menangani pasien sesuai dari kebutuhan penanganannya Misalnya, dokter anak, ahli gizi dan dokter lainnya yang dibutuhkan untuk perawatan medis.

“Jika di butuhkan nantinya misalnya ahli gizi atau ada kasus pasien stunting yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut seperti adanya komplikasi dari stunting ini maka dokter spesialis yang datang ke poli untuk menangani, jadi Pasiennya disana saja, nanti dokternya yang kesana,” ucapnya.

Penanganan stunting tidak saja di rumah sakit melainkan dari beberapa OPD lainnya terutama Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan juga menyiapkan anggaran khusus untuk penanganannya seperti pembelian susu. Hanya saja sebelum dikonsumsi, harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter spesialis yang ada di rumah sakit.

“Dananya ada di Dinkes. Kebutuhan gizi Dinas Kesehatan yang menyiapkan, tapi konsultasi dan penanganan medisnya ke kita karena dokter spesialis ada di rumah sakit,” katanya.

Untuk di ketahui pada awal tahun 2024 Dari data Dinas Kesehatan Kota Mataram, kasus stunting di Kota Mataram kembali mengalami penurunan. Tercatat dari 8,98 persen atau 2.190 balita stunting turun ke angka 8,61 persen atau sekitar 2.000 balita***

 

 

Berita Terkait

Jaga Budaya Bali, Wayan Koster Ganti Desa Wisata Jadi Desa Budaya
Made in Bali Siap Suguhkan Romansa dan Budaya Pulau Dewata di Layar Lebar
Beginilah Cara Kampanye Anti Merarik Kodek Ala Mahasiswa KKN Unram PMD Desa Wajageseng Lombok Tengah!
Pembukaan Lomba Badminton Meriahkan HUT ke-73 Yayasan Maraqitta’limat
DPW PPP NTB gelar Sholawatan dalam rangka Harlah ke 52
DPC PDIP Lombok Timur Bakal Lawan ‘Antek-Antek’ yang Ganggu Kewibawaan Partai
LSM se-Lombok Barat Kompak Deklarasikan Pilkada Damai Usai Penetapan Paslon Pemenang
Pengamat Sebut AQUR Penantang Berani yang Siap Mengubah Sejarah Kota Mataram

Berita Terkait

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:59 WITA

Jaga Budaya Bali, Wayan Koster Ganti Desa Wisata Jadi Desa Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:54 WITA

Made in Bali Siap Suguhkan Romansa dan Budaya Pulau Dewata di Layar Lebar

Jumat, 31 Januari 2025 - 08:37 WITA

Beginilah Cara Kampanye Anti Merarik Kodek Ala Mahasiswa KKN Unram PMD Desa Wajageseng Lombok Tengah!

Kamis, 16 Januari 2025 - 04:29 WITA

Pembukaan Lomba Badminton Meriahkan HUT ke-73 Yayasan Maraqitta’limat

Minggu, 5 Januari 2025 - 23:46 WITA

DPW PPP NTB gelar Sholawatan dalam rangka Harlah ke 52

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA