Polisi Bubarkan Paksa Blokade Jalan, Tuntut Naiknya Harga Jagung

Rabu, 17 April 2024 - 17:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Mahasiswa dan Emak-emak yang tergabung dalam Aliasni Tani Menggugat, menutut kenaikan harga jagung

Aksi Mahasiswa dan Emak-emak yang tergabung dalam Aliasni Tani Menggugat, menutut kenaikan harga jagung

MATARAM (ceraken.id)- Kepolisian Resor Dompu, terpaksa membubarkan paksa aksi warga yang tergabung dalam Aliansi Tani Menggugat di Kecamatan Manggelewa. Tindakan tegas yang dilakukan Korp Bayangkara ini, setelah melalui negosiasi yang alot.

“Kami terpaksa mengambil tindakan ini. Negosiasi untuk membuka jalan yang dibllokade, justru mendapat perlawanan,” kata Kapolres Dompu, AKBP Zulkarnain, Rabu (17/4/2024).

Akibat pembukaan paksa ini, dua orang dari pihak masa aksi, harus dilarikan ke RSUD Manggelewa karena mengalami luka-luka dan mendapat penanagan medis. Kini, akses jalan satu-satunya menuju dan keluar dari Dompu ini, sudah bisa di buka. Al hasil, akibat blockade jalan ini, menimbulkan kemacetan akses jalan nasional ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, aksi yang menuntut kenaikan harga jagung ini, berjalan tertib. Aliansi yang didominasi mahasiswa dan emak-emak ini, menuntut kenaikan harga jagung dari Rp4.000 menjadi Rp6.000. Masa aksi menuding pemerintah tidak berani menertibkan tengkulak dan perusahaan, yang dengan seenaknya mematok harga jagung di bawah HAP.

Akibat merasa tidak mendapat respon, masa aksi kemudian melakukan blockade jalan nasional yang menghubungkan Dompu ke Kabupaten Sumbawa dan kecamatan lain. Kapolres Dompu, yang dating pukul 10.30 wita, kemudian melakukan negosiasi untuk membuka jalan. Sebab, aksi Bokade jalan ini, akan berdampak pada masyarakat lain yang tidak memiliki kepentingan dengan tuntutan masa aksi.

“Namun karena tidak digubris dan juga terjadi perlawanan, akhirnya kami mengambil tindakan terarah dan terukur,” katanya.

Sementara itu, pasca kericuahan, Kepala Dinas Pertanian, Muhammad Syahroni dan Perkebunan bersa Sekda Dompu, Gatot Gunawan Perantuan Putra, turun menemui masa aksi. Pemerintah, kata Gatot di depan masa aksi, sudah melakukan upaya untuk mengatasi persoalan ini.

“Kami pemerintah daerah tidak tinggal diam. Kemarin kami panggil semua pengusaha jagung dan Bulog, untuk mencari akar persoalan dan sudah kami putuskan untuk menangani anjloknya harga jagung ini,” katanya.

Dalam pertemuan itu, kata Gatot, juga ada angina segar terait dengan segera dioperasikan Corn Dryer Centre (CDC) milik Bulog di Manggelewa. Saat ini, CDC ini sedang melakukan pegujian mesin dengan menampung sebanyak 1.800 ton dari mulai tanggal 19 April – 2 Mei 2024. Sekda juga berharap CDC ini, segera beroperasi optimal sehingga bisa menerap jagung Dompu secara optimal. Disamping itu, hadrinya CDC ini juga kan menjadi competitor swasta, agar tidak dapat mepermainkan harga jagung.***

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA