Potret Kurikulum Diceritakan dalam Festival Kurikulum Merdeka 2024

Selasa, 23 April 2024 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikbud gelar festival kurikulum merdeka 2024

Kemendikbud gelar festival kurikulum merdeka 2024

MATARAM ( ceraken.id)- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali mengadakan Potret Cerita Kurikulum Merdeka dalam rangka memeriahkan Festival Kurikulum Merdeka (FKM) tahun 2024. Kegiatan ini, yang menjadi tradisi sejak tahun sebelumnya, memberikan ruang bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua peserta didik untuk berbagi praktik baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui foto dan video yang dibagikan melalui akun media sosial masing-masing.

Iwan Syahril, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), menyatakan bahwa penyelenggaraan Potret Cerita Kurikulum Merdeka dalam Festival Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memperkuat semangat seluruh pihak terkait dalam menyambut tahun ajaran baru 2024/2025. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menampilkan praktik baik pembelajaran Kurikulum Merdeka yang menyenangkan dan bermakna.

“Melalui foto dan video beserta cerita praktik yang dibagikan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia, kita dapat melihat beragam cara dan metode yang telah diterapkan dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Praktik baik ini menjadi bagian dari refleksi dan berbagi pengetahuan dalam implementasi Kurikulum Merdeka,” ungkap Iwan pada Senin (22/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iwan juga menekankan bahwa Potret Cerita Kurikulum Merdeka merupakan salah satu agenda yang dinantikan oleh semua pihak terkait dan banyak diikuti dalam rangkaian Festival Kurikulum Merdeka tahun 2023.

Aswin Wihdiyanto, Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, menambahkan bahwa Potret Cerita Kurikulum Merdeka akan berlangsung mulai tanggal 22 April hingga 19 Mei 2024. Kegiatan ini memiliki tiga kategori peserta, yaitu pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, serta peserta didik yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2021-2022, 2022-2023, dan 2023-2024.

“Seperti tahun sebelumnya, karya yang diikutsertakan dalam Potret Cerita Kurikulum Merdeka berupa foto dan video dengan tema yang ditentukan untuk masing-masing kategori peserta. Para peserta dapat mengunggah karyanya ke platform seperti Instagram, TikTok, atau YouTube Shorts. Detail ketentuan dapat dilihat di laman resmi Festival Kurikulum Merdeka,” tambah Aswin.

Menurut Aswin, FKM bertujuan memberikan ruang bagi ekspresi dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Melalui festival ini, praktik baik disebarkan dan keberlanjutan Kurikulum Merdeka didorong melalui cerita capaian dan dampak kurikulum tersebut.

“Dengan Festival Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek ingin menunjukkan semangat yang berkobar-kobar dari seluruh komponen pendidikan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Semoga hal ini dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya,” Kata Aswin.***

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA