Puluhan Rumah Warga Pesisir Ampenan Mataram Terkena Dampak Abrasi

Kamis, 14 Maret 2024 - 22:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM ( ceraken.id) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat ada sekitar puluhan rumah warga kampung nelayan di pesisir Pantai Ampenan, Kota Mataram, terkena dampak abrasi.

“Dari catatan kami tidak ada korban jiwa akibat abrasi tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noer di Mataram, Kamis.

Dia memastikan penyebab abrasi tersebut karena cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi sejak tiga hari yang lalu.

“Abrasi tersebut akibat dampak angin kencang disertai dengan intensitas curah hujan tinggi,” ujarnya.

Pemukiman warga yang terdampak abrasi berada di Lingkungan Mapak, Kampung Bugis, dan Pondok Perasi.

“Warga yang terdampak sebagian besar bermukim di pesisir pantai Ampenan. Ada juga sebagian menerpa lapak pedagang milik warga di pantai Ampenan,” ucapnya.

Dia mengatakan seluruh warga yang terdampak abrasi sedang dilakukan asesmen. Asesmen dilakukan untuk mengetahui jumlah kerusakan dan kerugian yang dialami warga.

Mahfuddin mengatakan sesuai peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung selama 7 hari terhitung sejak Senin (11/3) hingga Minggu (17/3).

“Prediksi sampai tanggal 17 Maret 2024 akan berpotensi angin kencang dengan hujan lebat,” katanya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA