Puncak Arus Balik Di Pelabuhan Lembar Diprediksi Akhir Pekan Ini

Minggu, 14 April 2024 - 12:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim Liburan Usai, Puncak Arus Balik di Pelabuhan Lembar Diprediksi Hari Ini dan Besok,

Musim Liburan Usai, Puncak Arus Balik di Pelabuhan Lembar Diprediksi Hari Ini dan Besok,

LOMBOK BARAT (ceraken.id)–  Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan arus mudik Lebaran 2024 sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2023. Hal ini diungkapkan General Manager Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Agus Djoko.

“Benar, terjadi peningkatan 5 persen pemudik dibandingkan tahun lalu. Puncak arus mudik terjadi pada H-5 Lebaran,” ujar Agus, Jumat (12/4/2024).

Pada H-5 Lebaran, tercatat 7.322 penumpang yang menggunakan kendaraan dan non-kendaraan berangkat dan datang dari Pelabuhan Lembar menuju Padangbai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara keseluruhan, selama 11 hari periode mudik Lebaran, dari tanggal 1 April hingga 11 April 2024, tercatat 49.915 penumpang yang melintas di Pelabuhan Lembar. Jumlah ini termasuk pengguna kendaraan dan non-kendaraan.

“Untuk kendaraan roda dua tercatat 12.207 unit, roda empat 2.810 unit, dan roda empat plus bus dan truk sebanyak 4.995 unit. Sehingga total ada 17.202 kendaraan semua jenis yang melintas,” jelas Agus.

Sementara itu, untuk arus mudik dari dan ke Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Jangkar Situbondo, tercatat 4.321 penumpang, baik yang menggunakan kendaraan maupun non-kendaraan.

“Total semua kendaraan, baik roda dua dan empat, yang melintas khusus Lembar-Jangkar mencapai 1.055 unit,” ungkap Agus.

Agus memprediksi arus balik di Pelabuhan Lembar akan terjadi pada Sabtu dan Minggu pekan ini. Dimana pergerakan arus balik diprediksi didominasi oleh pemudik yang kembali dari Lombok menuju Bali.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, ASDP telah menyiapkan 20 armada kapal yang akan dioperasikan dari Pelabuhan Lembar dan Padangbai, Bali.

“Saat ini kami operasikan 13 kapal karena arus balik masih tergolong normal. Tidak ada penumpang yang terjebak kepadatan,” kata Agus. ***

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA