Ratusan Pegawai Rumah Sakit Asy-Syifa’ Sumbawa Barat Dijamin Berkompeten

Selasa, 2 April 2024 - 08:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembekalan terhadap 196 tenaga PPPK RSUD Asy-Syifa' KSB yang baru

Pembekalan terhadap 196 tenaga PPPK RSUD Asy-Syifa' KSB yang baru

SUMBAWA BARAT (ceraken.id)- Sebanyak 196 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dipastikan sudah berkompeten setelah dilakukan orientasi pasca penerbitan Surat Keputusan (SK) pada akhir Maret 2024 lalu.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ KSB, dr. Carlof mengatakan, dari 196 pegawai tersebut, 96 diantaranya pegawai baru. Sedangkan 100 orang pegawai telah bekerja atau mengabdikan diri di RSUD Asy-Syifa’ sebelumnya.

Carlof menjelaskan, setiap pegawai yang baru bergabung di RSUD, sebelum mulai bekerja, di orientasi terlebih dahulu akan lingkungan kerjanya. Orientasi yang telah dilaksanakan tersebut, terdiri dari orientasi umum dan orientasi khusus di unit kerja masing-masing.

Karena itu, Carlof berpesan kepada pegawai baru agar senantiasa mengutamakan kesejahteraan pasien RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, dengan memberikan kualitas layanan dan keselamatan pasien.

“Ciptakan super tim di lingkungan kerja dengan mengedepankan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi,” ujarnya, Senin (1/4/2024).

Dia mengatakan, orientasi umum dilaksanakan oleh bagian tata usaha. Adapun materi yang harus dikuasai antara lain, profil RSUD Asy-Syifa, disipilin dan kode etik rumah sakit, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit dan pelayanan prima.

“Setiap pegawai baru harus mengikuti orientasi umum,” katanya.

Dari 196 P3K dengan test kemampuan dan bagi peserta yang lulus akan diberikan Sertifikat Orientasi RSUD Asy-Syifa’ KSB. Hal ini, menurut Carlof dinilai sangat penting, seperti orientasi khusus adalah penilaian kompetensi dari masing-masing pegawai yang akan dinilai oleh direktur. Untuk menentukan penempatan di unit kerja yang sesuai dengan kemampuan pada saat melakukan orientasi khusus tersebut.

Orientasi khusus juga dilaksanakan kurang lebih dua minggu. Dimana setiap pegawai secara bergiliran akan ditugaskan di beberapa unit kerja yang sesuai dengan profesinya.

“Dari situ, akan dinilai potensi masing-masing pegawai untuk kemudian pada akhirnya akan ditempatkan di unit kerja yang sesuai dengan pegawai tersebut,” Ujarnya.

Carlof mengungkapkan, jumlah tenaga kesehatan terbanyak yang lolos PPPK di rumah sakit tersebut adalah perawat dan bidan. Selain itu juga ada tenaga kesehatan lain, seperti tenaga radiografer, tenaga kesehatan masyarakat, apoteker, analis kesehatan, rekam medis, bahkan ada tenaga teknis yang mendukung pelayanan di RSUD Asy-Syifa’.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA