Rayakan Lebaran Topat, Dua Pasar Tradisional Terpantau Sepi

Rabu, 17 April 2024 - 17:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ruas jalan Adi Sucipto, samping Pasar Kebon Rowek, Kecamatan Ampenan, kota Mataram

Suasana ruas jalan Adi Sucipto, samping Pasar Kebon Rowek, Kecamatan Ampenan, kota Mataram

MATARAM (ceraken.id)- Hari ini, Rabu (17/4/2024) mayoritas masyarakat khususnya di kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram merayakan lebaran ketupat atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah lebaran Topat. Lebaran Topat ini biasa dilakukan warga pada hari ketujuh setelah lebaran idul Fitri.

Pada perayaan lebaran Topat ini, terpantau dua pasar tradisional yang berada di kecamatan Ampenan yakni pasar ACC dan Kebon Rowek mengalami penurunan tingkat kunjungan. Bukan hanya para pengunjung, penjual pun terpantau hanya beberapa pedagang yang membuka lapaknya.

Pedangan yang sedang membuka lapaknya didominasi oleh pedangan dadakan atau mengganti sementara dagangannya dengan menjual Topat serta makanan khas lebaran ketupat lainnya. Selain para pedagang itu, terdapat juga pedagang ikan dan sayur mayur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang agak sepi pasar hari ini, karena berbarengan dengan perayaan lebaran Topat, keadaan pasar seperti yang terlihat saat ini,” ujar petugas parkir yang enggan namanya disebut.

Informasi yang beredar, perayaan lebaran Topat kali ini di kota Mataram dipusatkan pada dua titik yakni di Makam Bintaro kecamatan Ampenan dan di makam Loang Baloq kecamatan Sekarbela.

Kemudian juga untuk di daerah kabupaten Lombok Barat perayaan lebaran Topat dilaksanakan di pantai Tanjung Bias kecamatan Batulayar***

 

 

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA