Sidak Disdag Lombok Timur Tidak Temukan Makanan Kedaluwarsa

Senin, 8 April 2024 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perdagangan Lombok Timur saat melakukan sidak di salah satu minimarket di Kota Selong

Dinas Perdagangan Lombok Timur saat melakukan sidak di salah satu minimarket di Kota Selong

LOMBOK TIMUR (ceraken.id)- Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur hingga kini belum menemukan parcel ataupun makanan kadaluwarsa yang dijual toko, swalayan, serta minimarket yang beroperasi. Hal tersebut dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Dinas Perdagangan Lombok Timur bersama Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Lombok Timur Saiful Wathan mengatakan dalam Sidak yang dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat selain melaksanakan kegiatan pemantauan parcel serta makanan di toko, swalayan, serta minimarket jelang Lebaran sekaligus mengecek animo masyarakat membeli beras premium yang dijual dengan harga standar. Dari pantauannya beras Bulog yang dijual mendapatkan respon positif dari masyarakat.

“Beras yang dijual di supermarket maupun minimarket dengan harga standar hanya dalam waktu beberapa hari saja langsung terjual habis yang menandakan minat masyarakat sangat tinggi untuk pembelian beras,” ucapnya.

Sementara untuk hasil pemantauan parcel serta makanan yang dijual dikatakannya para pedagang masih layak dikonsumsi. Meskipun demikian masyarakat diharapkan lebih teliti untuk membeli makanan dengan melihat kedaluwarsa makanan yang dikonsumsi.

“Masyarakat harus lebih teliti saat ini dalam membeli makanan, ” jelasnya.

Dikatakan Saiful Wathan tingkat konsumsi masyarakat jelang lebaran di Lombok Timur sangat tinggi termasuk makanan yang diperuntukkan untuk sajian lebaran. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat memprtimbangkan higenis makananyang dijual tidak hanya melihat dari penampilan yang menarik.

“Para pedagang diharapkan tidak berorientasi terhadap keuntungan saja. Pedagang juga harus mengedukasi konsumen tentang makanan baik dan dari segi kesehatan sehingga makanan yang dikonsumsi tidak berdampak buruk bagi kesehatan konsumennya, ” imbuhnya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA