Solat Ied Kembali Dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Huda

Sabtu, 6 April 2024 - 20:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Agung Nurul Huda, lokasi pelaksanaan solat Idul Fitri di Kota Sumbawa

Masjid Agung Nurul Huda, lokasi pelaksanaan solat Idul Fitri di Kota Sumbawa

SUMBAWA(ceraken.id)- Pemda Sumbawa telah menyiapkan lokasi pelaksanaan solat Idul Fitri tahun ini. Dimana pelaksanaannya kembali dilakukan di Masjid Agung Nurul Huda.

 

Kabag Kesra Setda Sumbawa, Evi Supiati mengatakan, pelaksanaan solat Idul Fitri tidak dilakukan di Lapangan Pahlawan Sumbawa seperti pada beberapa tahun sebelumnya. Karena, jika pelaksanaanya di Lapangan Pahlawan, harus disterilkan terlebih dahulu. Sebab, banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan di kawasan tersebut.

 

“Terus itu tempatnya perlu diratakan dulu pasca pembenahan lalu. Kita sempat survei, jadi memang harus butuh usaha yang tidak cukup dengan gotong royong,” ujar Evi, Sabtu (6/4/2024).

 

Adapun kemungkinan penggunaan Lapangan Pahlawan nanti pada saat pelaksanaan solat Idul Adha. Namun, untuk saat ini, pelaksanaan solat Idul Fitri tetap dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Huda.

 

Disinggung terkait daya tampung Masjid Agung Nurul Huda, menurut Evi, akan memadai. Sebab, pihaknya melakukan sterilisasi di sekitar kawasan masjid untuk pelaksanaan solat Idul Fitri.

“Ada sebagian kawasan sekitar masjid yang kita bebaskan sebagai tempat masyarakat untuk solat. Tapi tahun lalu kawasan itu tidak digunakan,” imbuhnya.

Evi mengatakan, kemungkinan hal itu dikarenakan lokasi solat Idul Fitri di Kota Sumbawa sudah tersebar di sejumlah tempat. Seperti di Kelurahan Bugis, Samapuin dan sejumlah lokasi lainnya. Jadi, pelaksanaan solat Idul Fitri tidak terpusat di Masjid Agung Nurul Huda.

Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, lanjut Evi, tidak ada persiapan khusus. Hanya saja dilakukan gotong royong selama dua hari pada tanggal 8 dan 9 April 2024. Serta melakukan sejumlah pembenahan di halaman masjid.

“Mungkin lebih banyak melakukan pembersihan. Kalau ada tanaman yang rimbun, kita pangkas sedikit. Mungkin hanya itu saja,” pungkasnya***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA