Berita BUDAYA

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

BUDAYA | Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:01 WITA

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:01 WITA

CERAKEN.ID– Mataram — Ruang Pamer Rplay Lombok menjadi ruang temu seni lintas negara ketika komunitas Mandalika Art Community (MAC) menerima kunjungan sekaligus perkenalan seniman…

BUDAYA

Putri Mandalika: Tafsir Baru Legenda Bau Nyale dalam Perspektif Spiritualitas Sasak

BUDAYA | Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:08 WITA

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:08 WITA

Oleh: Nuriadi Sayip – Guru Besar Sastra dan Budaya Universitas Mataram CERAKEN.ID– Nonton film pendek tentang Cerita Putri Mandalika, yang menjadi folklor peristiwa Bau…

Karya lukis Dek Mahendra. Bentang alam yang tenang, dengan sapuan warna lembut namun terang (Foto/Screeshoot: aks)

BUDAYA

Tapak Dara dalam Lanskap: Ketika Warna, Alam, dan Simbol Bertemu di Kanvas Dek Mahendra

BUDAYA | Jumat, 6 Februari 2026 - 08:42 WITA

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:42 WITA

CERAKEN.ID– Di tengah derasnya arus visual media sosial, sesekali muncul karya yang membuat orang berhenti menggulir layar. Mata tertahan, napas terasa melambat, dan suasana…

Di tengah derasnya arus modernisasi dan teknologi, keteguhan masyarakat menjaga tradisi tenun menjadi kunci agar jejak leluhur tidak hilang (Foto: Pikong)

BUDAYA

Jejak Sakral di Balik Benang: Tenun Lombok dalam Siklus Hidup Masyarakat Sasak

BUDAYA | Rabu, 4 Februari 2026 - 11:35 WITA

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:35 WITA

CERAKEN.ID– Sebagaimana diuraikan Fitri Rachmawati (Pikong) selaku Ketua Tim Penulis dalam Katalog Tenun Tradisional Lombok (Desember 2017, halaman 1–7), kain tenun Lombok bukan sekadar…

Nama Sundawa merupakan nama sungai yang ada di wilayah selatan Desa Pringgasela. Dinamakan motif
Sundawa karena orang tua di Pringgasela dahulunya sebelum menenun sering berimajinasi di pinggir Sungai Sundawa sambil menikmati aliran air sungai. Dari
hasil imajinasi ini kemudian lahirlah motif tenun yang dinamakan Sundawa (Foto: Pikong)

BUDAYA

Pringgasela: Menenun Hidup di Lereng Rinjani

BUDAYA | Selasa, 3 Februari 2026 - 11:04 WITA

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:04 WITA

CERAKEN.ID– Desa Pringgasela terhampar di lereng timur Gunung Rinjani, sekitar 50 kilometer dari Kota Mataram dan hanya 10 kilometer dari Selong, ibu kota Kabupaten…

Abang Tongkel, tergolong motif tua
di Sembalun. Tenun yang berusia 200 tahun
ini, digunakan untuk upacara adat dan acara keagamaan,
dan acara khusus (Foto: Pikong)

BUDAYA

Tenun Sembalun Lawang: Warisan Sunyi di Kaki Rinjani

BUDAYA | Senin, 2 Februari 2026 - 19:14 WITA

Senin, 2 Februari 2026 - 19:14 WITA

CERAKEN.ID– Kabut tipis hampir selalu menggantung di Desa Sembalun Lawang pada pagi hari. Udara dingin menusuk, seolah mengingatkan siapa pun yang datang bahwa desa…

Nikolaus Salo (kiri) - Lestyo Sasono Wijito (kanan). Pentingnya sinergi antar komunitas alumni luar negeri dengan lembaga pembangunan internasional (Foto: ceraken.id)

BUDAYA

Sinergi NTB–Jerman untuk Pariwisata, Perhotelan, dan Pendidikan: Jalan Kolaboratif Menuju Pembangunan Kawasan Nusa Tenggara

BUDAYA | Senin, 2 Februari 2026 - 17:37 WITA

Senin, 2 Februari 2026 - 17:37 WITA

Catatan Agus K Saputra CERAKEN.ID—Mataram- Kawasan Nusa Tenggara kini berada pada momentum penting pembangunan regional. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Regional antara Provinsi Bali, Nusa…

Subhanale Tenun ini diperuntukan untuk bebat pinggang dan leang untuk laki-laki dan bawahan perempuan (Foto: Pikong)

BUDAYA

Batujai: Menenun Tradisi di Persimpangan Zaman

BUDAYA | Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:32 WITA

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:32 WITA

CERAKEN.ID– Seperti halnya sentra-sentra kerajinan tenun lain di Pulau Lombok, Desa Batujai menyimpan jejak panjang tradisi menenun yang berakar dari kebutuhan paling dasar manusia:…

Ritus kebangru’an lahir dari kebutuhan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam (Foto: ist)

BUDAYA

Masa Depan Ritus Kebangru’an

BUDAYA | Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:17 WITA

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:17 WITA

CERAKEN.ID– Ritus kebangru’an merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Sasak yang tumbuh dan berkembang di Lombok Timur. Tradisi ini tidak hanya sekadar ritual…

Dari unsur rupa, garis menjadi bentuk, warna, komposisi, dan simbol-simbol (Foto: ist)

BUDAYA

Garis, Warna, dan Kehidupan: Membaca Seni Tenun dan Lukis bersama I Nyoman Sandiya

BUDAYA | Jumat, 30 Januari 2026 - 12:21 WITA

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:21 WITA

CERAKEN.ID– Pagi itu, pertanyaan sederhana mengalir seperti embun di pematang sawah: adakah persamaan antara menenun dan melukis? “Semangart pagi, Bli Sandi…”. Namun, dari jawaban…

Penamaan Kembang Komak cukup unik, semestinya motifnya, namun pada Kembang Komak tidak nampak motif bunga atau kembang, hanya berupa bentangan garis putih tegak-lurus, yang apabila bersinggungan membentuk bidang persegi (Foto: Pikong)

BUDAYA

Kain Sensek Pujut: Jejak Tertua Tenun Sasak dan Dinamika Songket Rembitan

BUDAYA | Jumat, 30 Januari 2026 - 10:46 WITA

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:46 WITA

CERAKEN.ID– Dalam Katalog Tenun Tradisional Lombok (Desember 2017, hlm. 11–22), Fitri Rachmawati dan kawan-kawan mencatat satu fakta penting dalam khazanah tekstil tradisional Lombok: masyarakat…

Londong Abang berarti kain merah.  Motif kotak-kotak berwarna merah hati mengandung makna keberanian dan kebijaksanaan (Foto: Pikong)

BUDAYA

Tenun Bayan: Identitas, Ritual, dan Pengetahuan yang Dijaga Waktu

BUDAYA | Kamis, 29 Januari 2026 - 10:16 WITA

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:16 WITA

CERAKEN.ID– Di Kabupaten Lombok Utara, kabupaten termuda di Pulau Lombok, sehelai kain bukan sekadar hasil keterampilan tangan. Ia adalah penanda identitas, medium spiritual, sekaligus…

Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa kebijakan mampu menyusul langkah-langkah yang telah lebih dulu diayunkan oleh masyarakatnya (Foto: aks)

BUDAYA

Kebudayaan NTB di Masa Jeda: Antara Akar Rumput yang Menggeliat dan Roadmap Panjang Menuju Indonesia Emas

BUDAYA | Kamis, 29 Januari 2026 - 09:38 WITA

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:38 WITA

CERAKEN.ID– Di tengah hiruk pikuk politik dan transisi birokrasi, denyut kebudayaan Nusa Tenggara Barat (NTB) tak sepenuhnya berhenti. Ia justru terus bergerak di lapisan…

Motif gerimis bukan sekadar pola visual, melainkan narasi hidup masyarakat Gumise (Foto: Pikong)

BUDAYA

Menjaga Gerimis di Atas Bukit Gumise

BUDAYA | Rabu, 28 Januari 2026 - 16:29 WITA

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:29 WITA

CERAKEN.ID– Selain Kebon Ayu, satu nama lain dari Lombok Barat yang tercatat dalam Katalog Tenun Tradisional Lombok terbitan Desember 2017 adalah Dusun Gumise. Letaknya…

Lempot Bidadari Ngamuk adalah salah satu lempot sakral yang paling dikenal. Lempot ini digunakan untuk menenangkan anggota keluarga, terutama anak-anak yang rewel atau menangis histeris. (Foto: Pikong)

BUDAYA

Lempot yang Menyimpan Tangis: Tenun Sakral Kebon Ayu dan Ingatan yang Dijaga Perempuan

BUDAYA | Selasa, 27 Januari 2026 - 19:32 WITA

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:32 WITA

CERAKEN.Id– “Kalau ibunya itu, namanya Inaq Sariah, sudah meninggal. Saat saya wawancarai (pada 2017) adalah Inaq Haeriah, penyimpan Lempot Bidadari Ngamuk, yang telah ia…

M. Sukri Aruman (kiri) dan Akeu Surya Panji (kanan). Berugaq, pada akhirnya, bukan hanya tentang arsitektur Sasak. Ia adalah cara hidup, cara duduk bersama, cara berbagi waktu, dan cara merawat ingatan kolektif. (Foto: aks)

BUDAYA

Berugaq: Ruang Duduk, Ruang Hidup, Ruang Ingatan

BUDAYA | Selasa, 27 Januari 2026 - 10:06 WITA

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:06 WITA

CERAKEN.ID– Senin pagi, 26 Januari 2026, sekira pukul 09.51 Wita, Akeu Surya Panji, Ketua Perkumpulan Seni Menduli Selayar (PSMS), mengingatkan sebuah agenda yang bagi…

Ia mengingatkan bahwa tradisi bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana manusia hari ini dan esok hari menjaga hubungan dengan dirinya, sesamanya, dan Yang Maha Kuasa (Foto: aks)

BUDAYA

Belian, Doa, dan Daya Hidup Tradisi

BUDAYA | Minggu, 25 Januari 2026 - 01:42 WITA

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:42 WITA

CERAKEN.ID– Sabtu malam, 24 Januari 2026, pukul 21.18 Wita, suasana Galeri Taman Budaya NTB perlahan berubah hening. Kurator Pameran Belian, Muhammad Sibawahi, di hadapan…

Nilai-nilai ini menjadikan Kebangru’an bukan sekadar ritual adat, tetapi sistem pengetahuan lokal yang relevan hingga hari ini (Foto: ist)

BUDAYA

Menjaga Keseimbangan Leluhur, Menjemput Masa Depan Budaya Sasak

BUDAYA | Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:19 WITA

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:19 WITA

CERAKEN.ID– Di tengah lanskap Lombok yang dilingkari gunung, hutan, dan mata air, masyarakat Sasak sejak lama membangun relasi intim dengan alam. Relasi itu tidak…

Melalui tubuh, bunyi, gestur, dan ritual, Belian dibaca ulang sebagai praktik hidup yang terus dinegosiasikan (Foto: aks)

BUDAYA

Wicara Partisipan Belian: Membaca Tubuh, Bunyi, dan Ritual sebagai Pengetahuan Hidup

BUDAYA | Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:28 WITA

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:28 WITA

CERAKEN.ID– Wicara Partisipan Belian yang berlangsung di Wisma Satu, Taman Budaya NTB, pada Jumat, 17 Januari 2026, menjadi salah satu simpul penting dalam rangkaian…

Metode Suzuki lahir dari kegelisahan Tadashi Suzuki terhadap tubuh aktor modern yang semakin terputus dari tanah dan ruang (Foto: aks)

BUDAYA

Tubuh yang Kembali ke Tanah: Catatan dari Latihan Teater dengan Metode Suzuki

BUDAYA | Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:36 WITA

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:36 WITA

CERAKEN.ID–  Di ruang latihan yang sunyi namun penuh ketegangan energi, tubuh-tubuh aktor berdiri tegak, kaki menapak kuat ke lantai, napas dijaga agar tidak liar,…

Hentakan kaki bukan sekadar gerak, melainkan pernyataan: bahwa teater dimulai dari tubuh yang sadar, dari energi yang disimpan dan dilepaskan dengan penuh tanggung jawab (Foto: aks)

BUDAYA

Menjejak Tanah, Menyimpan Energi: Metode Suzuki dalam Latihan Teater Lampak(q) Art Community

BUDAYA | Jumat, 23 Januari 2026 - 12:02 WITA

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:02 WITA

CERAKEN.ID– Di sebuah ruang latihan yang tak pernah benar-benar sunyi, beberapa tubuh berdiri tegak, kaki menghunjam lantai dengan hentakan terukur. Nafas tertahan, lalu dilepaskan…

Bunyi tidak sekadar hadir sebagai medium artistik, melainkan sebagai laku kesadaran (Foto: aks)

BUDAYA

Resonansi, Diam, dan Kesadaran: Praktik Bunyi dalam Belian

BUDAYA | Rabu, 21 Januari 2026 - 08:00 WITA

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:00 WITA

CERAKEN.ID– Pameran Belian yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasirputih Lombok Utara di Galeri Taman Budaya NTB menghadirkan seni sebagai laku riset dan pengalaman mendengarkan. Belian…

Muhammad Sibawahi (kiri). Di sinilah perbedaan antara performing art dan performance art menjadi penting (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Belian sebagai Sistem Pengetahuan: Catatan dari Percakapan dengan Muhammad Sibawahi 

BUDAYA | Selasa, 20 Januari 2026 - 00:30 WITA

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:30 WITA

CERAKEN.ID– Sore itu, Senin 19 Januari 2026, pukul 16.11 Wita, Galeri Taman Budaya NTB tidak sepenuhnya sunyi. Ada lalu-lalang pengunjung pameran, suara langkah yang…

Tantangannya kini adalah menjaga agar gerbang itu tidak menjadi monumen kosong, melainkan jalur hidup yang terus dilalui oleh gagasan, praktik, dan partisipasi warga. (Foto: aks)

BUDAYA

Gerbang Sangkareang dan Jalan Kebudayaan Kota

BUDAYA | Senin, 19 Januari 2026 - 15:14 WITA

Senin, 19 Januari 2026 - 15:14 WITA

CERAKEN.ID– Penghargaan Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang diterima Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., bukan sekadar catatan prestasi…

Kiri ke Kanan: Ahmad Saleh Tabibuddin, Manshur Zikri, Muhammad Sibawahi, dan Sasih Gunalan. Diskusi ini tidak bergerak dalam satu arah penafsiran tunggal (Foto: aks)

BUDAYA

Belian sebagai Pengetahuan Hidup: Seni, Riset, dan Negosiasi Makna di Taman Budaya NTB

BUDAYA | Minggu, 18 Januari 2026 - 18:54 WITA

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:54 WITA

CERAKEN.ID– Sabtu sore, 17 Januari 2026, Sanggar Tari Taman Budaya NTB tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan medan pertemuan berbagai lapisan pengetahuan: seni, riset,…

Gambar-gambar itu tidak statis; ia terus berubah, dihapus, ditambahkan, dan dilahirkan kembali menjadi adegan baru. (Foto: aks)

BUDAYA

Suluh di Atas Pasir: Artunity dan Kisah Rumah yang Perlahan Hilang

BUDAYA | Minggu, 18 Januari 2026 - 13:25 WITA

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:25 WITA

CERAKEN.ID– Puncak acara “Artunity: Art Speaks, Humanity Listens” dengan tema A Charity Night for Sumatera akhirnya tiba pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Di…