TN Tambora Tutup Pendakian Setiap Senin

Kamis, 18 April 2024 - 15:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak Tambora, yang mulai menjadi destinasi pendakian setelah Gunung Rinjani.

Puncak Tambora, yang mulai menjadi destinasi pendakian setelah Gunung Rinjani.

DOMPU (ceraken.id)- Alam, termasuk yang berada di Kawasan Taman Nasional Tambora, membutuhkan istirahat untuk memperbaiki vegetasi secara alami. Hukum alam ini, ditangkap Balai Taman nasional Tambora untuk memberi kesempatan kepada alam, untuk beristirahat dan memperbaiki vegetasi secara alami.

Kepala Balai TN Tambora, Deny Rahadi mengatakan, kebijakan itu sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2024 lalu. Saat ini, kebijakan itu memang tidak relevan, karen tingkat kunjungan ke Tambora, sangat sedikit. Namun, jika nantinya Tambora sudah menjadi tujuan, maka pemberlakuan kebijakan ini, akan berdampak pro dan kontra

“Kita saya butuh istirahat satu atau dua hari setelah sepekan bekerja. Begitu juga alam, butuh istirahat,” katanya, Kamis (18/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memberi kesempatan kepada alam untuk merelaksasi, juga digunakan untuk penataan jalur dan kawasan wisata. Dengan perbaikan jalur pendakian, diyakini akan membantu pengunjung untuk lebih nyaman melakukan pendakian ke Gunung yang history letusannya yang mendunia. Pemberlakuan kebijakan sejak dini ini, untuk mengantisipasi adanya tentangan dari pengunjung saat Tambora sudah menjadi destinasi utama, pengganti Rinjani.

“Alhamdulillah setelah 4 bulan kita jalankan, berjalan baik,” pungkasnya.***

 

 

Berita Terkait

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana
Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 18:41 WITA

Nusantara Tangguh dan Tafsir Kekuatan dalam “Menghadang Kubilai Khan” AJ Susmana

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:19 WITA

Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA