TNI Menanam Pohon Mangrove di Pesisir Pantai Lombok Timur

Rabu, 13 Maret 2024 - 20:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR (ceraken.id)- Personel TNI Kodim 1615/Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menanam ribuan pohon mangrove di kawasan pesisir pantai Dusun Kokok Pedek Timur, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan di daerah setempat.

“Ribuan pohon mangrove yang ditanam dalam rangka percepatan rehabilitasi pohon untuk memperluas areal hijau di kawasan pesisir pantai sebagai implementasi program Kasad dalam menjaga kelestarian alam,” kata Komandan Kodim 1615/Lombok Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro usai acara penanaman di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan beberapa bulan yang lalu penanaman pohon mangrove di tempat yang sama juga pernah dilakukan, namun pertumbuhannya belum maksimal, karena beberapa hal, salah satunya hanyut terbawa air laut yang pasang surut.

“Kami kembali berupaya untuk menanam pohon mangrove, sehingga pertumbuhan lebih maksimal dan mampu menjadi solusi untuk mengatasi kerusakan lingkungan,” katanya.

Ketika pohon mangrove ini tumbuh besar dan menjadi hutan pohon mangrove, kata dia, manfaatnya tidak hanya mengurangi abrasi kawasan pantai, namun masih banyak manfaat yang lain bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Di antaranya yakni menjaga abrasi dan erosi pantai, menyerap karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2), tempat berlindung biota laut, dan tempat berkembang biak hewan lainnya, bahkan hutan mangrove bisa dijadikan sebagai kawasan wisata,” ujarnya.

Lebih lanjut alumnus Akmil 2003 itu juga mengajak komponen masyarakat dan komunitas peduli lingkungan untuk bersama-sama melakukan tindakan nyata dalam menjaga dan melestarikan hutan mangrove, karena keberadaan hutan mangrove sangat penting bagi manusia maupun makhluk hidup lain yang ada di sekitar.

“Mari kita lestarikan lingkungan untuk keselamatan semua,” katanya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA