CERAKEN.ID– Di tengah dinamika pembangunan nasional dan tantangan global yang kian kompleks, Nusa Tenggara Barat (NTB) meneguhkan arah baru pembangunan daerah melalui Triple Agenda NTB Makmur Mendunia.
Visi strategis yang diusung paket kepemimpinan NTB Iqbal-Dinda ini tidak sekadar slogan politik, melainkan peta jalan (roadmap) pembangunan yang dirancang untuk menjawab persoalan mendasar masyarakat sekaligus membuka ruang bagi NTB untuk berkompetisi di tingkat nasional dan global.
Triple Agenda ini memuat tiga fokus utama yang saling berkaitan: menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol, menguatkan ketahanan pangan sebagai lumbung nasional, dan menduniakan pariwisata NTB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiganya dirancang dalam satu tarikan napas Pembangunan, cepat, tepat, dan berdampak, dengan tujuan akhir yang sama: meningkatkan kesejahteraan rakyat dan daya saing daerah.
NTB Tanpa Kemiskinan: Menyentuh Akar Persoalan
Agenda pertama, NTB Tanpa Kemiskinan, berangkat dari kesadaran bahwa kemiskinan ekstrem bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan realitas hidup yang dialami sebagian warga NTB.
Kemiskinan ekstrem berarti keterbatasan akses terhadap kebutuhan paling dasar: pangan, kesehatan, pendidikan, air bersih, dan hunian layak.
Pemerintah Provinsi NTB menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai prioritas utama. Pendekatan yang digunakan bukan lagi bersifat seremonial atau jangka pendek, melainkan berbasis data, lintas sektor, dan berorientasi hasil.
Intervensi diarahkan langsung pada rumah tangga sasaran melalui penyediaan layanan dasar yang cepat dan terukur, mulai dari jaminan kesehatan, bantuan sosial adaptif, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis lokal.
Dalam kerangka Triple Agenda, kemiskinan dipandang sebagai penghambat utama pembangunan manusia. Oleh karena itu, upaya pengurangan ketimpangan sosial juga menjadi bagian penting dari agenda ini.
Pemerintah daerah dituntut hadir secara nyata di tengah masyarakat, memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi merata hingga ke desa-desa dan kawasan terpencil.
“Tidak boleh ada warga NTB yang tertinggal dari pembangunan,” menjadi semangat yang terus digaungkan.
Dengan target nol kemiskinan ekstrem, NTB menempatkan martabat manusia sebagai fondasi pembangunan.
NTB Makmur: Mengokohkan Peran sebagai Lumbung Pangan Nasional
Agenda kedua, NTB Makmur, menegaskan posisi strategis NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan kekuatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, NTB memiliki modal besar untuk menopang ketahanan pangan Indonesia.
Namun, agenda ini tidak berhenti pada peningkatan produksi semata. NTB Makmur menekankan pentingnya nilai tambah, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan. Modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, penguatan irigasi, serta akses pembiayaan dan pasar menjadi bagian integral dari strategi ini.
Pemerintah Provinsi NTB mendorong transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing.
Petani tidak lagi diposisikan hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi sebagai pelaku utama dalam rantai nilai pangan. Dengan demikian, peningkatan produksi sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat tani.
Ketahanan pangan juga dipandang sebagai fondasi kedaulatan daerah. NTB yang makmur adalah NTB yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus berkontribusi bagi kebutuhan nasional. Dalam konteks global yang rawan krisis pangan, agenda ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sosial daerah.
NTB Mendunia: Pariwisata sebagai Jendela Global
Agenda ketiga, NTB Mendunia, menjadi wajah NTB di mata dunia. Dengan kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang beragam, NTB memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. Namun, menduniakan pariwisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan, melainkan membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Pendekatan pariwisata dalam Triple Agenda menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek, bukan sekadar objek. Pariwisata diharapkan membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi kreatif, serta melestarikan budaya dan lingkungan.
Pengembangan destinasi unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, dan tata kelola destinasi yang baik menjadi fokus utama.
NTB Mendunia juga berarti membangun citra daerah yang profesional dan ramah investasi. Infrastruktur pendukung, konektivitas, serta pelayanan publik yang berkualitas menjadi syarat mutlak agar NTB mampu bersaing dengan destinasi lain di tingkat global.
Dengan pariwisata sebagai etalase dunia, NTB tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keramahan masyarakatnya, kekuatan budayanya, dan tata kelola pemerintahannya.
Satu Visi, Satu Arah Pembangunan
Triple Agenda NTB Makmur Mendunia dirancang sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Pengentasan kemiskinan membuka ruang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketahanan pangan menciptakan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan. Pariwisata mendunia memperluas pasar, peluang, dan pengakuan global.
Di atas semuanya, agenda ini menuntut tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi dampak. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan.
Triple Agenda ini adalah ikhtiar besar untuk membawa NTB melangkah lebih jauh, bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dirasakan oleh seluruh rakyat. Sebuah visi yang menempatkan kesejahteraan, kemandirian, dan martabat daerah sebagai tujuan utama pembangunan.
Dengan arah yang jelas dan komitmen bersama, NTB Makmur Mendunia bukan sekadar harapan, melainkan jalan nyata menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing global. (aks)
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor































