Warga Lombok Tengah Pawai Takbiran Keliling, Sambut Idul Fitri

Rabu, 10 April 2024 - 13:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miniatur masjid dibawa peserta pawai takbiran keliling di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Selasa (9/4/2024)

Miniatur masjid dibawa peserta pawai takbiran keliling di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Selasa (9/4/2024)

LOMBOK TENGAH (ceraken.id)– Ratusan ribu warga Muslim di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan pawai takbiran keliling dalam rangka menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah, Selasa.

Suasana sepanjang jalan di wilayah itu, baik jalan provinsi, kabupaten, maupun desa, termasuk jalan di Kota Praya, diramaikan peserta takbiran keliling.

Berbagai miniatur simbol Islam ditampilkan dalam kegiatan tersebut, antara lain masjid, Kakbah, Al Quran, beduk, dan unta.

Arus lalulintas di Lombok Tengah di beberapa tempat macet karena peserta pawai tersebut menggunakan sebagian ruas jalan. Peserta kegiatan tersebut berasal dari remaja masjid maupun yayasan pondok pesantren dan para pemuda.

Warga mengabadikan pawai tersebut menggunakan telepon pintar untuk dijadikan status di WhatsApp maupun media sosial lainnya.

“Pawai takbiran keliling 2024 dilaksanakan di masing-masing kecamatan,” kata Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya.

Sebanyak 12 kecamatan di Lombok Tengah yang menjadi lokasi pawai takbiran keliling, yakni Praya, Kopang, Praya Tengah, Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, Jonggat, Peringgerata, Batukliang, dan Batukliang Utara.

“Peserta kegiatan itu dari masing-masing desa dan kelurahan. Pawai takbiran ini juga ada yang melaksanakan di tingkat desa,” katanya.

Polres Lombok Tengah mengharapkan pawai takbir keliling di daerah itu selesai pukul 23.00 Wita.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat memastikan pihaknya siap mengamankan takbir keliling bersinergi dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami mengerahkan 220 personel gabungan yang melaksanakan pengamanan pawai takbiran keliling di Lombok Tengah,” katanya.

Para personel ditempatkan di masing-masing wilayah yang sudah ditentukan guna menjaga kelancaran selama kegiatan.

“Pengamanan takbiran ini tetap melibatkan aparat gabungan termasuk Badan Keamanan Desa,” katanya.***

 

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA