Pesta Buku di Ruang Publik: Cara Anak Muda Lombok Menyalakan Kembali Budaya Baca

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut Albab, motivasi utama mereka bergerak adalah kondisi literasi masyarakat yang masih rendah (Foto: aks/ceraken.id)

Menurut Albab, motivasi utama mereka bergerak adalah kondisi literasi masyarakat yang masih rendah (Foto: aks/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Semangat literasi kembali menemukan ruangnya di tengah  masyarakat. Hal itu terasa dalam acara Mari Gerak “Beriuk Betukah” yang  berlangsung di Denkspa Learning Centre, Minggu (15/2/2026).

Di sela kegiatan, Muhammad Ulul Albab, akrab disapa Albab, berbagi cerita tentang komunitas yang ia geluti: Lombok Book Party.

Komunitas ini menjadi bagian dari gerakan membaca yang lebih luas, yakni Indonesia Book Party, sebuah komunitas pembaca buku yang kini telah hadir di lebih dari 70 regional di Indonesia. Lombok Book Party sendiri resmi berjalan sejak 4 Februari 2024 dan memasuki usia dua tahun pada bulan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Albab menjelaskan bahwa konsep kegiatan mereka sangat sederhana: berkumpul, duduk bersama, lalu membaca buku minimal selama 30 menit dalam sesi silent reading. Setelah itu, peserta berbagi cerita mengenai buku yang dibaca apa pun genrenya tanpa ada penilaian atau merendahkan selera bacaan orang lain.

Diskusi ringan ini kemudian didokumentasikan dan dibagikan melalui media sosial untuk menarik minat masyarakat agar melihat membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan keren.

Kegiatan membaca bersama itu digelar berpindah-pindah tempat di ruang publik agar mudah diakses masyarakat.

Baca Juga :  Merawat Gairah Literasi: Menyemai Semangat Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar

Di Kota Mataram, kegiatan sering berlangsung di Taman Udayana dan Taman Sangkareang, serta di kampus seperti Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri Mataram. Bahkan kegiatan literasi juga menjangkau sekolah dasar seperti SD Ampenan.

Gerakan ini juga menjalar ke daerah lain di Pulau Lombok. Di Lombok Tengah, kegiatan rutin digelar di Taman Tastura. Sementara di Lombok Timur, komunitas sering berkegiatan di Taman Selong. Adapun di Lombok Utara, lokasi favorit mereka adalah Pantai Sira.

Gerakan sederhana ini menunjukkan bahwa literasi tidak selalu membutuhkan fasilitas besar (Foto: aks.ceraken.id)

Menariknya, komunitas ini tidak memiliki sekretariat tetap. Pertemuan selalu dilakukan langsung di lokasi kegiatan.

Namun, mereka mengembangkan konsep perpustakaan komunitas yang tersebar di beberapa titik, antara lain di Desa Lembah Sari, di sebuah kedai kuliner Pisang Goreng Susu-Kekalik, serta di Pondok Pesantren Gerung. Buku-buku tersebut dapat dipinjam masyarakat tanpa biaya sehingga orang tetap bisa membaca tanpa harus membeli buku yang harganya relatif mahal.

Sebagian besar koleksi buku berasal dari koleksi pribadi anggota dan donasi berbagai pihak. Bahkan pemilik koleksi buku yang besar diajak bekerja sama untuk membuka titik perpustakaan kolaboratif agar akses membaca semakin luas.

Baca Juga :  Menautkan Kampus dan Industri Media: Strategi Masa Depan Ilmu Komunikasi Unram

Menurut Albab, motivasi utama mereka bergerak adalah kondisi literasi masyarakat yang masih rendah. Rendahnya budaya membaca sering berujung pada kesalahpahaman sosial, mudahnya konflik, dan lemahnya kemampuan berpikir kritis.

Di sisi lain, anak-anak dan remaja kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai daripada membaca buku.

Untuk menjaga keberlanjutan program, komunitas ini rutin menggelar kegiatan setiap akhir pekan dengan lokasi yang terus berganti. Mereka juga memiliki program khusus seperti “Go to School”, “Go to Campus”, serta kolaborasi dengan perpustakaan dan komunitas lokal.

Bahkan katalog buku pun disusun dan diumumkan melalui akun Instagram khusus agar masyarakat mudah mengetahui koleksi yang tersedia.

Gerakan sederhana ini menunjukkan bahwa literasi tidak selalu membutuhkan fasilitas besar. Cukup ruang publik, buku, dan kemauan berkumpul.

Dari taman kota hingga pantai, dari sekolah hingga pesantren, Lombok Book Party membuktikan bahwa membaca bisa menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan sekaligus membangun budaya berpikir.

Di tengah derasnya arus informasi digital, upaya kecil seperti ini justru menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering dimulai dari kebiasaan sederhana: duduk bersama dan membaca.(aks)

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : liputan

Berita Terkait

Dari “Mager” Menjadi Gerakan Sosial: Kisah Mari Gerak Menghidupkan Semangat Berbagi di Lombok
Denkspa: Jembatan Informasi Menuju Jerman dan Ruang Tumbuh Kolaborasi Sosial
Beriuk Betukah: Ketika Barang Lama Menemukan Makna Baru untuk Pendidikan Anak Lombok
Menautkan Kampus dan Industri Media: Strategi Masa Depan Ilmu Komunikasi Unram
Merawat Gairah Literasi: Menyemai Semangat Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar
Mahasiswa KKN Unram Sasar Pelajar MA Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tembakau Jadi Pestisida Nabati di Desa Perigi Suela Lombok Timur. Ternyata ini Alasannya!
Siswa SMA Sederajat Diimbau Tidak Ikuti Tren Menikah di Bulan Syawal
Viral! Siswa Dilarang Bawa HP ke Sekolah, Bikin Emak-Emak Ngomeh di Medsos. Ternyata ini Alasannya!

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 08:28 WITA

Dari “Mager” Menjadi Gerakan Sosial: Kisah Mari Gerak Menghidupkan Semangat Berbagi di Lombok

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:57 WITA

Denkspa: Jembatan Informasi Menuju Jerman dan Ruang Tumbuh Kolaborasi Sosial

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:40 WITA

Beriuk Betukah: Ketika Barang Lama Menemukan Makna Baru untuk Pendidikan Anak Lombok

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:24 WITA

Pesta Buku di Ruang Publik: Cara Anak Muda Lombok Menyalakan Kembali Budaya Baca

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:14 WITA

Menautkan Kampus dan Industri Media: Strategi Masa Depan Ilmu Komunikasi Unram

Berita Terbaru

(Ilustrasi: Reva Adhitama)

CERITA PENDEK

Noktah Merah di Cangkir Kopi

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:14 WITA