Enterprise Risk Management: Mengelola Ketidakpastian untuk Menjaga Keberlanjutan Perusahaan

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah dinamika global, disrupsi teknologi, dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk berani mengambil risiko yang terukur, selaras dengan risk appetite yang telah ditetapkan (Ilustrasi: Reva Adhitama)

Di tengah dinamika global, disrupsi teknologi, dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk berani mengambil risiko yang terukur, selaras dengan risk appetite yang telah ditetapkan (Ilustrasi: Reva Adhitama)

CERAKEN.ID- Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, cepat berubah, dan sarat ketidakpastian, risiko bukan lagi sekadar kemungkinan buruk yang harus dihindari, melainkan realitas yang tak terpisahkan dari setiap keputusan strategis. Di sinilah Enterprise Risk Management (ERM) menemukan relevansinya.

ERM merupakan suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan, dirancang serta dijalankan oleh manajemen untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa seluruh risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan telah diidentifikasi, dianalisis, dan dikelola secara tepat, sesuai dengan tingkat risiko yang bersedia diambil perusahaan (risk appetite).

ERM bukanlah kegiatan sesaat atau dokumen administratif yang disusun demi memenuhi tuntutan regulator. Ia adalah kerangka berpikir dan bertindak yang menempatkan risiko sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks ini, manajemen risiko tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan perencanaan strategis, pengambilan keputusan, serta evaluasi kinerja organisasi.

Risiko sebagai Keniscayaan dalam Bisnis

Setiap aktivitas bisnis pada dasarnya mengandung risiko. Mulai dari risiko operasional, keuangan, hukum, reputasi, hingga risiko strategis yang berkaitan dengan arah jangka panjang perusahaan.

Tidak ada inovasi tanpa risiko, dan tidak ada pertumbuhan tanpa keberanian mengambil ketidakpastian. Oleh karena itu, tujuan utama manajemen risiko bukanlah menghilangkan risiko, melainkan mengelolanya.

Paradigma keliru yang masih sering ditemui adalah anggapan bahwa perusahaan yang baik adalah perusahaan yang “aman”, minim risiko, atau bahkan tanpa risiko. Padahal, jika sebuah organisasi berusaha menekan risiko hingga nol, sesungguhnya ia sedang mengunci dirinya dalam stagnasi.

Dalam logika bisnis, upaya menghilangkan risiko secara total sama artinya dengan meniadakan peluang. Inovasi akan terhenti, ekspansi akan dibatalkan, dan perusahaan perlahan kehilangan daya saing.

Baca Juga :  Menjemput Kesembuhan di Tangan Belian: Potret Sosiologis Pengobatan Nonmedis di Bumi Dayan Gunung

Pada titik ekstrem, obsesi terhadap keamanan justru dapat membawa perusahaan menuju kebangkrutan.

Di sinilah konsep risk appetite menjadi kunci. Risk appetite mencerminkan sejauh mana perusahaan bersedia menerima risiko dalam upaya mencapai tujuannya.

Setiap organisasi memiliki toleransi risiko yang berbeda, tergantung pada karakter industri, kapasitas modal, budaya organisasi, serta visi jangka panjang. ERM membantu manajemen memastikan bahwa risiko yang diambil adalah risiko yang disadari, terukur, dan selaras dengan strategi perusahaan.

ERM sebagai Proses Sistematis dan Berkelanjutan

Enterprise Risk Management bukanlah daftar risiko statis yang disusun setahun sekali, melainkan proses yang hidup dan berkelanjutan. Lingkungan bisnis berubah, teknologi berkembang, regulasi diperbarui, dan preferensi pasar bergeser.

Risiko yang relevan hari ini bisa jadi tidak signifikan esok hari, sementara risiko baru dapat muncul tanpa peringatan.

Oleh karena itu, ERM menuntut pendekatan yang sistematis: mulai dari identifikasi risiko, penilaian dampak dan probabilitas, penentuan respons risiko, hingga pemantauan dan pelaporan secara berkala. Proses ini harus melibatkan seluruh lapisan organisasi, tidak hanya unit manajemen  risiko atau auditor internal.

Setiap fungsi operasional, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia memiliki perspektif risiko yang unik dan berharga.

Lebih jauh, ERM yang efektif membutuhkan komitmen kuat dari manajemen puncak. Tanpa tone from the top yang jelas, manajemen risiko mudah tereduksi menjadi formalitas.

Sebaliknya, ketika pimpinan perusahaan menjadikan risiko sebagai bagian dari diskursus strategis, budaya sadar risiko (risk-aware culture) akan tumbuh secara alami di dalam organisasi.

Mengelola Risiko, Bukan Menghindarinya

Manajemen risiko sering disalahpahami sebagai upaya untuk menghindari keputusan berisiko. Padahal, inti dari ERM justru terletak pada kemampuan memilih risiko mana yang layak diambil dan risiko mana yang harus dikendalikan atau dihindari.

Baca Juga :  Carpe Diem vs. Hedonisme

Risiko dapat diterima, dikurangi, dialihkan, atau bahkan dimanfaatkan, tergantung pada konteks dan potensi manfaatnya.

Dalam banyak kasus, risiko yang dikelola dengan baik justru menjadi sumber keunggulan kompetitif. Perusahaan yang mampu membaca risiko lebih cepat dan meresponsnya dengan tepat akan berada satu langkah di depan pesaing.

Krisis, dalam perspektif manajemen risiko, bukan hanya ancaman, tetapi juga peluang untuk bertransformasi dan memperkuat fondasi bisnis.

Namun demikian, ada satu risiko besar yang seharusnya benar-benar dihindari oleh setiap organisasi, sebagaimana ditegaskan dalam ungkapan: There is only one big risk you should avoid, and that is the risk of doing nothing.

Risiko tidak melakukan apa-apa: diam, menunda, atau enggan berubah, sering kali lebih mematikan daripada risiko mengambil keputusan yang salah. Dalam dunia yang bergerak cepat, ketidakberanian untuk bertindak dapat membuat perusahaan tertinggal, kehilangan relevansi, dan akhirnya tersingkir.

Akhirnya, Enterprise Risk Management pada hakikatnya adalah seni mengelola ketidakpastian. Ia mengajarkan bahwa risiko bukan musuh yang harus dimusnahkan, melainkan realitas yang harus dipahami dan dikelola dengan bijak.

Dengan ERM yang efektif, perusahaan tidak hanya melindungi dirinya dari potensi kerugian, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika global, disrupsi teknologi, dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk berani mengambil risiko yang terukur, selaras dengan risk appetite yang telah ditetapkan.

Sebab, bukan risiko yang menghancurkan perusahaan, melainkan ketidakmampuan untuk mengelolanya atau lebih buruk lagi, keberanian untuk tidak melakukan apa-apa. (aks)

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Menakar Kinerja Tim Ahli Gubernur di Tengah Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB
Analisis Hukum Pemberhentian Kepala Desa Berdasarkan Putusan Adat: Konspirasi Tanpa Dasar dan Cacat Secara Yuridis
Mandalika: Antara Sirkuit Dunia dan Fondasi Budaya yang Menjaga Masa Depan
Menuju Pemajuan Kebudayaan NTB
Carpe Diem vs. Hedonisme
Merawat Akar, Menjangkau Dunia: Dinamika Event Kebudayaan di NTB Era Global
Menjemput Kesembuhan di Tangan Belian: Potret Sosiologis Pengobatan Nonmedis di Bumi Dayan Gunung
Satu Panggung, Satu Empati: Artunity Merawat Kemanusiaan untuk Sumatera

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:05 WITA

Menakar Kinerja Tim Ahli Gubernur di Tengah Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:42 WITA

Enterprise Risk Management: Mengelola Ketidakpastian untuk Menjaga Keberlanjutan Perusahaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:55 WITA

Analisis Hukum Pemberhentian Kepala Desa Berdasarkan Putusan Adat: Konspirasi Tanpa Dasar dan Cacat Secara Yuridis

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:22 WITA

Mandalika: Antara Sirkuit Dunia dan Fondasi Budaya yang Menjaga Masa Depan

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WITA

Menuju Pemajuan Kebudayaan NTB

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA