Peran Strategis BUMN dan Perguruan Tinggi dalam Akselerasi Pariwisata Berkelanjutan di NTB

Sabtu, 29 November 2025 - 12:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Willgo Zainar (kedua dari kiri) mengusulkan konsep NTB as One Integrated Tourism Brand

Willgo Zainar (kedua dari kiri) mengusulkan konsep NTB as One Integrated Tourism Brand

Catatan Agus K Saputra

CERAKEN.ID- Kongres XIII Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram di Aruna Senggigi Resort & Convention Lombok, pada 27 November 2025 menghadirkan Komisaris Krakatau Steel, Willgo Zainar sebagai keynote speaker.

Dengan mengusung tema “Kampus Berdampak untuk Akselerasi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan”, forum ini menempatkan perguruan tinggi sebagai aktor epistemik dalam pembangunan pariwisata nasional. Khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang selama satu dekade terakhir berkembang sebagai salah satu episentrum pariwisata Indonesia Timur.

Sebagai alumni FEB Universitas Mataram, Willgo Zainar memberikan penekanan bahwa tema AFEBI memiliki relevansi langsung dengan dinamika pembangunan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dunia akademik, relevansi tersebut berlandaskan pada konsep tourism as an integrated sustainable system. Yang menempatkan pariwisata bukan hanya sebagai aktivitas rekreasi, tetapi sebagai ekosistem pembangunan yang melibatkan lingkungan, masyarakat, infrastruktur, teknologi, serta tata kelola kelembagaan.

Willgo Zainar menegaskan bahwa pembicaraan mengenai pariwisata tidak lagi cukup dibatasi pada hotel, destinasi, atau fasilitas rekreasi. Pariwisata harus dipahami sebagai ekosistem keberlanjutan (sustainable ecosystem) yang membentuk pergerakan ekonomi daerah, peluang kerja, pengurangan kemiskinan, hingga pembentukan identitas kultural di tingkat global.

Dalam kerangka teori sustainable development, pariwisata adalah interaksi simultan antara: modal ekonomi (investasi, lapangan kerja), modal sosial (kapasitas masyarakat lokal), modal budaya (warisan dan ekspresi identitas), modal lingkungan (daya dukung destinasi), modal kelembagaan (kebijakan dan tata kelola).

NTB memiliki semua modal tersebut: Mandalika sebagai special economic tourism zone, Senggigi sebagai destinasi historis, gawasan Gili dan Geopark yang bernilai ekologis, serta desa wisata yang menguatkan pariwisata berbasis komunitas.

Kehadiran event internasional seperti MotoGP semakin mempertegas NTB sebagai emerging global tourism hub.

Peran Struktural BUMN dalam Ekosistem Pariwisata

Dalam paparannya, Willgo menempatkan BUMN sebagai salah satu aktor penting dalam pembangunan pariwisata. Peran tersebut tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga struktural, yakni mendorong tumbuhnya prasyarat pembangunan pariwisata melalui penyediaan infrastruktur dan layanan publik.

Baca Juga :  Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus
Kolaborasi kampus dan BUMN adalah prasyarat strategis bagi transformasi pariwisata NTB.

BUMN telah terlibat dalam pembangunan bandara, pelabuhan, jalan nasional, konektivitas telekomunikasi, serta moda transportasi udara–laut–darat. Secara teoritik, infrastruktur berfungsi sebagai tourism enabling factor yang menentukan keterjangkauan, mobilitas, dan pengalaman wisatawan. Tanpa infrastruktur, pariwisata tidak dapat tumbuh dan bersaing di tingkat global.

Krakatau Steel memegang peran strategis sebagai pemasok material baja nasional. Produk baja digunakan dalam pembangunan: jembatan dan flyover, dermaga wisata, terminal bandara, fasilitas publik di kawasan destinasi.

Dalam konsep resilient infrastructure, pembangunan pariwisata membutuhkan material berkualitas tinggi untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan jangka panjang. Baja Krakatau Steel, yang memenuhi standar internasional, menjadi komponen penting dalam pembangunan destinasi kelas dunia.

Kontribusi BUMN bersifat multi-sektor:

  • Perbankan: pembiayaan UMKM, industri kreatif, dan rantai pasok destinasi.
  • Transportasi: integrasi akses udara, laut, dan darat sebagai syarat konektivitas wisatawan.
  • InJourney: pengelolaan destinasi dan event internasional, yang memperkuat brand Indonesia sebagai global tourism player.

Peran ekosistem BUMN ini mencerminkan whole-of-government approach dalam pengembangan pariwisata nasional.

Dalam wacana pariwisata berkelanjutan, UMKM dan ekonomi kreatif memegang peranan penting sebagai local value creator. Produk budaya menjadi narasi global yang membedakan NTB dari destinasi lain.

Willgo menekankan empat fondasi:

  1. Aggregator UMKM BUMN untuk membangun rantai pasok yang kuat.
  2. Digitalisasi pelaku wisata yang memungkinkan akses pasar global.
  3. Penguatan identitas budaya seperti tenun, kuliner lokal, kerajinan, dan produk khas daerah.
  4. Dampak nyata event internasional, seperti pertumbuhan UMKM Mandalika selama MotoGP.

Secara akademik, ini berkaitan dengan teori tourism-induced local economic empowerment, yang memastikan pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi Kampus–BUMN sebagai Pilar Kebijakan Pariwisata Berkelanjutan

Tema AFEBI menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat produksi pengetahuan (knowledge production center) yang menentukan arah kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Baca Juga :  Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus
Peran ekosistem BUMN mencerminkan whole-of-government approach dalam pengembangan pariwisata nasional.

Willgo menyampaikan bahwa kolaborasi kampus dan BUMN adalah prasyarat strategis bagi transformasi pariwisata NTB.

  1. Riset dan Evidence-Based Policy

BUMN membutuhkan riset akademik untuk mengukur dampak ekonomi, sosial, dan ekologi. Sebaliknya, kampus membutuhkan praktik industri untuk memperkaya kurikulum dan metodologi pembelajaran.

  1. Kurikulum Berbasis Industri

Kampus perlu mengembangkan kurikulum:

  • digital tourism,
  • community-based tourism,
  • sustainability management.

Inovasi kurikulum ini akan menghasilkan SDM yang siap menghadapi tantangan globalisasi pariwisata.

  1. Magang Terstruktur dan Talent Pipeline

BUMN membuka ruang magang di bandara, pelabuhan, kawasan wisata, dan unit layanan publik sebagai talent pipeline bagi mahasiswa. Pendekatan ini sesuai konsep work-integrated learning dalam pendidikan tinggi modern.

  1. Pemberdayaan Desa Wisata

Kolaborasi antara riset kampus dan pendanaan–infrastruktur BUMN dapat menciptakan desa wisata yang berdaya secara ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya lokal.

Dalam bagian pemikiran berjudul “Menduniakan Destinasi Wisata NTB”, Willgo Zainar mengusulkan konsep NTB as One Integrated Tourism Brand. Strategi ini mendorong seluruh wilayah NTB untuk tampil sebagai satu kesatuan pengalaman wisata terpadu. Bukan destinasi yang berdiri sendiri.

Secara teoritik, pendekatan ini sejalan dengan konsep place branding dan destination competitiveness, yang menekankan pentingnya diferensiasi, integrasi, dan kesinambungan antar destinasi.

Willgo Zainar menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan bukan hanya soal destinasi yang indah, tetapi tentang membangun ekosistem yang kokoh: infrastruktur, SDM, komunitas, tata kelola, serta pengetahuan ilmiah.

Dalam kerangka collaborative governance, akselerasi pariwisata NTB hanya dapat dicapai melalui:

  • kolaborasi kampus, BUMN, dan pemerintah daerah,
  • partisipasi masyarakat lokal,
  • kebijakan berbasis data,
  • keberpihakan pada keberlanjutan lingkungan dan budaya.

Dengan modal geopark, destinasi unggulan, event internasional, dan kapasitas kelembagaan yang terus tumbuh, NTB memiliki peluang besar menjadi pusat pariwisata berkelas dunia. Tantangannya bukan pada potensi, tetapi pada tata kelola yang inklusif, berkelanjutan, dan terintegrasi.

#Akuair-Ampenan, 29-11-2025

Penulis : Aks

Editor : Editor Ceraken

Sumber Berita : liputan tertulis

Berita Terkait

Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus
Pengabdian yang Dihidupi: Kongso Sukoco, Teater, dan Etika Kesetiaan
Libur Natal dan Tahun Baru: Aruna Senggigi Tawarkan Aktivitas Edukatif Anak dan Promo Spesial
Lalu Anis Mujahid Akbar Terima “Pinangan” Peserta Muswil, Siap Pimpin Dekopinwil NTB
Laporan Muswil Dekopinwil NTB 2025: LPJ Diterima Aklamasi, Sinergi dengan Pemerintah Jadi Penegas Arah Baru
Gubernur NTB Buka Muswil Dekopin 2025: “Akhirnya Dekopin Ada Juga”
Mandalika Korpri Fun Night Run 2025 Gaungkan Sport Tourism NTB, 7.583 Peserta Padati Kawasan Kuta Mandalika
Potensi Wisata Pulau Sumbawa sebagai Destinasi Unggulan Nusantara

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:15 WITA

Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:48 WITA

Pengabdian yang Dihidupi: Kongso Sukoco, Teater, dan Etika Kesetiaan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:04 WITA

Libur Natal dan Tahun Baru: Aruna Senggigi Tawarkan Aktivitas Edukatif Anak dan Promo Spesial

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:23 WITA

Lalu Anis Mujahid Akbar Terima “Pinangan” Peserta Muswil, Siap Pimpin Dekopinwil NTB

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:51 WITA

Laporan Muswil Dekopinwil NTB 2025: LPJ Diterima Aklamasi, Sinergi dengan Pemerintah Jadi Penegas Arah Baru

Berita Terbaru

Ia telah menemukan rumahnya di lagu, di niat baik, dan di harapan agar manusia mau bangun, bergerak, dan memberi dampak (Foto: aks)

TOKOH & INSPIRASI

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Sabtu, 24 Jan 2026 - 08:50 WITA