Gubernur NTB Minta Rumah Singgah BAZNAS di Bali Dibangun dengan Rasa Kepedulian

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sinergi ini menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat (Foto: ist)

Sinergi ini menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat (Foto: ist)

CERAKEN.ID– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang berpihak pada kemanusiaan.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menginstruksikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB untuk segera melakukan pembenahan dan memastikan fasilitas Rumah Singgah bagi warga NTB di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, berada dalam kondisi prima dan layak huni.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat berada di Sumbawa, Rabu (21/01/2026). Menurutnya, Rumah Singgah tidak boleh sekadar menjadi tempat singgah sementara, tetapi harus menghadirkan rasa aman, nyaman, dan dukungan psikologis bagi pasien serta keluarga pendamping yang tengah menghadapi masa sulit.

“Saya meminta BAZNAS NTB untuk segera membenahi dan memastikan fasilitas di Rumah Singgah Bali dalam kondisi prima. Kita ingin warga NTB yang dirujuk ke Sanglah tidak lagi terbebani masalah akomodasi. Mereka harus merasa nyaman seperti di rumah sendiri agar bisa fokus pada pemulihan,” ujar Gubernur.

Penegasan ini sekaligus mencerminkan pandangan Gubernur bahwa kehadiran pemerintah daerah dan lembaga sosial harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam kondisi darurat dan rentan seperti saat sakit dan jauh dari kampung halaman.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Menindaklanjuti arahan tersebut, BAZNAS NTB bergerak cepat. Rumah Singgah BAZNAS NTB yang berlokasi di area Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, yang sebelumnya dikenal sebagai RS Sanglah, langsung ditinjau untuk dilakukan pembenahan menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan setiap warga NTB yang menjalani pengobatan rujukan di Bali memperoleh fasilitas yang layak, manusiawi, dan mendukung proses penyembuhan.

Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, SE., MM., secara langsung bertolak ke Denpasar untuk melakukan inspeksi mendadak sekaligus koordinasi teknis di lapangan. Dalam kunjungannya, ia meninjau satu per satu fasilitas Rumah Singgah dan berdialog dengan pengelola terkait kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi.

“Kehadiran BAZNAS di sini ingin memastikan bahwa Rumah Singgah ini bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi fasilitas yang memberikan kemudahan akses dan kenyamanan psikologis bagi pasien maupun keluarga pendamping,” tegas H. Zulkipli.

Koordinasi intensif dilakukan bersama pengelola Rumah Singgah, Burhan dan Lilik. Pembahasan mencakup perbaikan fasilitas fisik, penguatan manajemen kebersihan, hingga penyediaan sarana pendukung yang menunjang aktivitas harian pasien dan keluarga. Pembenahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Burhan, selaku pengelola Rumah Singgah, menyambut baik perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB serta BAZNAS NTB. Ia menilai sinergi ini menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari BAZNAS NTB. Dengan adanya arahan pembenahan ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. Harapan kami, koordinasi yang semakin erat ini membuat operasional Rumah Singgah berjalan lebih optimal dalam melayani saudara-saudara kita dari NTB,” ungkap Burhan.

Rumah Singgah BAZNAS NTB di Bali selama ini menjadi fasilitas krusial, seiring tingginya angka rujukan pasien dari NTB ke RS Sanglah. Tidak sedikit keluarga pasien yang harus menghadapi tekanan ganda, beban biaya dan tekanan mental, akibat lamanya masa pengobatan di luar daerah.

Melalui pembenahan Rumah Singgah ini, Pemerintah Provinsi NTB dan BAZNAS NTB berharap dapat meringankan beban tersebut secara signifikan.

Lebih dari sekadar fasilitas fisik, Rumah Singgah diharapkan menjadi ruang kepedulian, tempat bernaung yang menghadirkan kehangatan dan harapan bagi warga NTB yang tengah berjuang memulihkan kesehatan mereka.(aks)*

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita: Akun Pemprov NTB

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA