Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dari sebuah harapan yang dinantikan puluhan tahun, kini terbuka jalan menuju akses yang lebih aman (foto: ist / ceraken.id)

Dari sebuah harapan yang dinantikan puluhan tahun, kini terbuka jalan menuju akses yang lebih aman (foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Bima  Harapan masyarakat Desa Mawu untuk memiliki akses jembatan yang layak akhirnya menemukan jalan. Setelah puluhan tahun menjadi penantian warga, pembangunan Jembatan Raba Sa’u kini mendapat dukungan melalui Program Pegadaian Peduli.

PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan jembatan yang bukan sekadar menghubungkan dua sisi wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan masa depan yang lebih baik.

Jembatan Raba Sa’u memiliki arti penting bagi kehidupan warga Desa Mawu. Selama ini, akses tersebut menjadi bagian dari jalur mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Anak-anak sekolah pun menjadi bagian yang paling merasakan pentingnya keberadaan akses yang aman dan layak.

Bagi mereka, perjalanan menuju sekolah bukan hanya soal berangkat dan pulang. Ada akses yang harus dilalui setiap hari, ada tantangan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Karena itu, pembangunan Jembatan Raba Sa’u membawa harapan baru agar perjalanan menuju pendidikan dapat ditempuh dengan lebih aman dan nyaman.

Jembatan Bukan Sekadar Penghubung

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan pembangunan Jembatan Raba Sa’u memiliki manfaat luas bagi masyarakat Desa Mawu. Kehadiran jembatan tersebut, menurutnya, akan mendukung aktivitas warga sekaligus memberikan perhatian terhadap akses pendidikan anak-anak.

“Kami melihat pembangunan Jembatan Raba Sa’u ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Desa Mawu. Selama puluhan tahun, jembatan ini menjadi harapan masyarakat. Terlebih, akses ini juga digunakan anak-anak sekolah dalam aktivitas mereka sehari-hari. Karena itu, melalui Program Pegadaian Peduli, kami berupaya mengambil bagian untuk mendukung terwujudnya akses yang lebih baik dan aman bagi masyarakat,” ujar Edy Purwanto.

Bukan hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat akses pendidikan anak-anak serta mendukung kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat (av: ist /ceraken.id)

Bantuan senilai Rp275 juta tersebut diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat terwujudnya jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung proses pembangunan Jembatan Raba Sa’u sehingga nantinya masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Semoga jembatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mawu,” tambahnya.

Jembatan, dalam konteks kehidupan desa, memang tidak pernah sekadar persoalan konstruksi. Ia adalah ruang pertemuan berbagai kepentingan masyarakat: pendidikan, ekonomi, hubungan sosial, hingga mobilitas sehari-hari. Ketika akses menjadi lebih baik, kemungkinan-kemungkinan baru pun terbuka.

Baca Juga :  Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Menjaga Jalan Anak-Anak Menuju Sekolah

Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae, Taufikurrahman, menyebut pembangunan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah aktivitas anak-anak sekolah yang setiap hari memanfaatkan jalur tersebut.

“Jembatan ini sudah menjadi harapan masyarakat selama puluhan tahun. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah aktivitas anak-anak sekolah yang menggunakan akses ini setiap hari. Kami berharap dengan adanya pembangunan jembatan ini, mereka bisa berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Taufikurrahman.

Keberadaan jembatan yang layak diharapkan tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi orang tua yang setiap hari melepas anak-anak mereka menuju sekolah.

Sebab pendidikan membutuhkan banyak hal untuk tumbuh. Selain guru, ruang kelas, dan buku, anak-anak juga membutuhkan jalan yang memungkinkan mereka tiba di sekolah dengan aman. Dalam pengertian itulah, pembangunan Jembatan Raba Sa’u menjadi bagian kecil tetapi penting dalam menopang perjalanan generasi berikutnya.

“Bukan hanya anak-anak sekolah, masyarakat secara umum akan merasakan manfaatnya. Aktivitas ekonomi, sosial, maupun mobilitas warga akan menjadi lebih mudah. Kami bersyukur PT Pegadaian (Persero) dapat ikut mengambil bagian dalam mewujudkan harapan masyarakat Desa Mawu melalui Program Pegadaian Peduli,” tambah Taufikurrahman.

Pembangunan Jembatan Raba Sa’u membawa harapan baru (foto: ist / ceraken.id)
Pegadaian Peduli dan Harapan yang Menjadi Nyata

Kepada ceraken.id, Asisten Manager Non Gadai Cabang Rasanae, Faisal, mengatakan Program Pegadaian Peduli memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mawu yang telah menunggu pembangunan jembatan tersebut selama puluhan tahun.

“Pegadaian Peduli sangat bagus dan masyarakat Desa Mawu merasa sangat terbantu, karena mereka sudah puluhan tahun menunggu pembangunan jembatan gantung beton tersebut,” ujar Faisal yang akrab disapa Ical.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Raba Sa’u nantinya tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga akan berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi warga Desa Mawu.

Baca Juga :  Sertinah TDA NTB 8.0: Estafet Amanah, Menjaga Nyala Kewirausahaan di Bumi Gora

Akses yang semakin baik memungkinkan mobilitas menjadi lebih mudah. Aktivitas ekonomi dapat bergerak lebih lancar, hubungan antarmasyarakat semakin terbuka, dan berbagai kebutuhan sehari-hari dapat dijangkau dengan lebih efisien.

Di sisi lain, Cabang Rasanae juga terus menunjukkan kinerja yang mendekati target yang telah ditetapkan, baik pada produk gadai, mikro, maupun emas. Bersamaan dengan itu, Pegadaian terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan aplikasi Tring! sebagai bagian dari pengembangan layanan dan transformasi perusahaan.

Namun di Desa Mawu, angka Rp275 juta yang disalurkan melalui Program Pegadaian Peduli memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar nilai bantuan. Dana itu menjadi bagian dari upaya menjawab penantian panjang masyarakat terhadap akses yang lebih manusiawi, lebih aman, dan lebih menjanjikan.

Jembatan Raba Sa’u diharapkan menjadi penghubung yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mawu dan wilayah sekitarnya. Bukan hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat akses pendidikan anak-anak serta mendukung kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Melalui Program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) mengambil bagian dalam pembangunan sarana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari sebuah harapan yang dinantikan puluhan tahun, kini terbuka jalan menuju akses yang lebih aman.

Dan ketika jembatan itu kelak berdiri, ia mungkin akan menjadi lebih dari sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi. Ia akan menjadi penanda bahwa penantian panjang masyarakat Desa Mawu akhirnya menemukan ujungnya; serta menjadi jalan yang lebih baik bagi anak-anak untuk melangkah menuju sekolah, masa depan, dan kemungkinan-kemungkinan baru.(*/aks)

Editor : ceraken editor

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali
Ketika NTT Terluka, NTB Datang Membawa Persaudaraan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA