Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bagi para purnakarya, kemerdekaan rupanya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah bangsa (foto: ist / ceraken.id)

Bagi para purnakarya, kemerdekaan rupanya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah bangsa (foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram -Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia merebak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, Minggu (23/8/2026).

Di tengah pepohonan dan ruang terbuka yang hijau, para purnakarya PT Pegadaian dari berbagai wilayah Pulau Lombok berkumpul dalam suasana akrab melalui kegiatan bertajuk “Pensiunan Pegadaian Merdeka Finansial Bersama Tring!”.

Digagas Kerukunan Pensiun Pegadaian (KPP) Korcab Lombok, kegiatan itu diisi dengan bersih-bersih lingkungan, senam bersama, serta aneka permainan yang menghadirkan keceriaan sekaligus memperkuat ikatan antarsesama.

Bagi para pensiunan, pertemuan seperti ini bukan sekadar agenda peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, gathering menjadi ruang untuk kembali bertemu, berbagi cerita, dan merawat hubungan yang telah terbangun selama masa pengabdian.

Kehadiran para anggota dari berbagai daerah di Pulau Lombok juga memperlihatkan bahwa masa purnakarya tidak serta-merta memutuskan tali persaudaraan yang sebelumnya ditempa dalam lingkungan kerja.

Ketua KPP Korwil NTB, Mochamad Sifak, mengatakan inti kegiatan tersebut adalah membangun dan mempererat keakraban, baik antarsesama anggota pensiunan maupun dengan insan Pegadaian yang masih aktif.

“Intinya untuk menambah keakraban sesama anggota pensiunan dan antara pensiunan dengan yang masih aktif, yang diwakili oleh para Pemimpin Cabang,” ujar Mochamad Sifak saat dihubungi ceraken.id, Senin malam, 24 Agustus 2026.

Silaturahmi yang Menghidupkan Masa Purnakarya

Wakil Ketua KPP Korwil NTB, Julianto, menuturkan kegiatan gathering tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Bersih-bersih lingkungan, senam pagi, dan berbagai lomba sengaja dirangkai dalam satu kegiatan agar para peserta dapat menikmati momentum kebersamaan secara santai.

Semangat memperingati kemerdekaan berkaitan erat dengan gagasan mengenai kebebasan dan kemandirian dalam mengelola keuangan (foto: ist / ceraken.id)

Menurutnya, anggota KPP dari seluruh wilayah Pulau Lombok hadir dan memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi. Antusiasme peserta menjadi catatan tersendiri karena tidak semua pensiunan memiliki aktivitas yang sama setelah memasuki masa purnakarya.

“Hari Minggu kemarin, tanggal 23 Agustus, kita dari Kerukunan Pensiunan Pegadaian Korcab Lombok, Korwil NTB, melaksanakan kegiatan gathering dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Kami mengadakan bersih-bersih lingkungan, senam pagi, dan lomba-lomba untuk memeriahkan kegiatan. Anggota kita hadir dari seluruh wilayah Pulau Lombok, Alhamdulillah sambil bersilaturahmi,” kata Julianto.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dilaksanakan pada momentum-momentum berikutnya. Sebab, bagi sebagian pensiunan, ruang perjumpaan menjadi sesuatu yang sangat berarti setelah rutinitas pekerjaan berakhir.

“Jujur saja, mungkin kita-kita ini yang sudah purna karya ada yang memiliki kegiatan atau aktif di aktivitas yang baru, tetapi ada juga yang mungkin kegiatannya sudah berkurang. Sehingga saat berkumpul seperti ini menjadi sesuatu yang berarti bagi teman-teman pensiunan,” ujarnya.

Bagi Julianto, antusiasme yang muncul selama kegiatan menjadi tanda bahwa silaturahmi tidak boleh berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun. Justru, pada fase itulah kebersamaan perlu terus dirawat agar masa purnakarya tetap menjadi ruang yang produktif, hangat, dan membahagiakan.

Baca Juga :  Donor Darah Kemerdekaan INTI NTB Tembus 1.075 Kantong, Pecahkan Rekor Aksi Sebelumnya
Ruang Hijau, Ruang Interaksi

Ketua KPP Korcab Lombok, R. Hanung Cahyono, mengatakan pemilihan RTH Kelurahan Pagutan Timur sebagai lokasi gathering bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai memiliki ruang yang luas dan suasana hijau yang memungkinkan para peserta berinteraksi secara lebih leluasa, sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitar.

“Ya betul, Minggu kemarin kami dari Korcab Lombok mengadakan gathering dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI dengan tajuk ‘Pensiunan Pegadaian Merdeka Finansial Bersama Tring!’, sekaligus menyambung silaturahmi dengan para pekerja Pegadaian yang masih aktif,” ujar Hanung.

Ia menjelaskan, salah satu agenda utama kegiatan adalah membersihkan lingkungan sekitar RTH. Selain itu, peserta mengikuti senam pagi dan permainan yang dirancang untuk menciptakan suasana riang.

RTH Pagutan Timur sendiri menjadi salah satu ruang publik yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat perkotaan (foto: ist / ceraken.id)

“RTH Kelurahan Pagutan Timur kami pilih karena tempatnya luas, hijau, dan leluasa untuk saling berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu kegiatan kami adalah bersih-bersih lingkungan, selain senam pagi dan permainan,” katanya.

Khusus untuk permainan, panitia juga menyediakan berbagai doorprize dalam jumlah cukup banyak. Harapannya, setiap peserta memiliki kesempatan membawa pulang hadiah sekaligus kenangan dari pertemuan tersebut.

RTH Pagutan Timur sendiri menjadi salah satu ruang publik yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat perkotaan. Dengan luas sekitar 8,2 hektare, kawasan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga, tetapi juga menjadi ruang konservasi lingkungan.

Kehadiran puluhan jenis tanaman dan lebih dari seribu pohon menjadikan kawasan tersebut berperan sebagai pengatur iklim mikro sekaligus penyaring udara alami di tengah perkembangan Kota Mataram.

Berbagai aktivitas masyarakat juga tumbuh di kawasan itu, mulai dari olahraga, rekreasi, edukasi alam, hingga kegiatan luar ruang. Dalam konteks itulah, kegiatan KPP Korcab Lombok menemukan relevansinya: memperingati kemerdekaan sambil menghadirkan kepedulian sederhana terhadap ruang hijau kota.

Kolaborasi dan Terobosan Bersama

Humas kegiatan, Karmini, mengatakan pelaksanaan gathering memerlukan kerja sama berbagai pihak. Sebagai bagian dari kepanitiaan, ia berupaya membangun komunikasi dengan cabang-cabang Pegadaian terdekat, Kantor Area Ampenan, hingga pengelola RTH.

“Karena saya Humas Kegiatan, maka saya harus membuat terobosan ke luar. Kegiatan gathering ini memerlukan kerja sama dan pemikiran dari pihak luar. Kami harus bekerja sama dengan cabang-cabang Pegadaian terdekat, Kantor Area Ampenan, yang semuanya ikut melancarkan program KPP yang sudah dicanangkan,” tutur Karmini.

Komunikasi juga dilakukan dengan pihak pengelola RTH, termasuk dalam pengajuan izin pelaksanaan kegiatan. Di sisi lain, momentum gathering dimanfaatkan pula untuk memperkenalkan dan melakukan literasi mengenai layanan Pegadaian kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta tampak sekali pada kegiatan ini. Karena sebagaimana kita ketahui pesertanya para pensiunan, sehingga mereka menjadi senang dan bahagia dengan kegiatan seperti ini. Mereka juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara reguler,” ujarnya.

Memperingati kemerdekaan sambil menghadirkan kepedulian sederhana terhadap ruang hijau kota (foto: ist / ceraken.id)

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan komunitas purnakarya tidak hanya bertumpu pada nostalgia. Ada kerja bersama, koordinasi, dan keinginan untuk terus menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kehidupan para anggota setelah masa aktif mereka berakhir.

Baca Juga :  Ketika NTT Terluka, NTB Datang Membawa Persaudaraan
Merdeka Finansial Bersama Tring!

Tajuk kegiatan juga membawa pesan lain, yakni pentingnya membangun kesadaran mengenai kemandirian finansial. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pesonna Optima Jasa (POJ), anak usaha PT Pegadaian, Nuril Islamiah, yang menyambut positif pelaksanaan gathering tersebut.

Menurutnya, semangat memperingati kemerdekaan dapat dikaitkan dengan gagasan mengenai kebebasan dan kemandirian dalam mengelola keuangan.

“Saya menyambut baik kegiatan di RTH dengan tema ‘Pensiunan Pegadaian Merdeka Finansial Bersama Tring!’. Karena dengan demikian kita pun mengajak masyarakat luas untuk bahu-membahu mencapai titik merdeka secara finansial,” ujar Nuril Islamiah.

Ia menjelaskan, Pegadaian menawarkan berbagai layanan melalui aplikasi Tring! yang mengintegrasikan layanan transaksi keuangan dan ekosistem emas dalam satu platform. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari membeli, menjual, menabung, mencicil, hingga mencetak emas, serta memanfaatkan layanan gadai dan memantau portofolio aset.

“Kita sekarang merayakan kemerdekaan sekaligus mengajak orang banyak, pada saatnya nanti, dia juga merdeka secara finansial melalui aplikasi Tring!. Ini saling berkaitan sekali,” katanya.

Nuril menambahkan, pihaknya juga terbuka untuk memberikan kontribusi terhadap berbagai kegiatan KPP Korwil NTB sepanjang terdapat komunikasi yang baik dan kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan institusinya.

Di tengah semangat kemerdekaan, gathering para pensiunan Pegadaian di RTH Pagutan Timur akhirnya menghadirkan makna yang berlapis. Ada kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan bersih-bersih, ada kebugaran melalui senam pagi, ada kegembiraan melalui permainan, dan yang tidak kalah penting, ada silaturahmi yang kembali menghubungkan mereka yang pernah berjalan bersama dalam satu perjalanan panjang.

Bagi para purnakarya itu, kemerdekaan rupanya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah bangsa. Kemerdekaan juga dapat dirasakan dalam kebersamaan, dalam kesempatan untuk tetap aktif, serta dalam semangat untuk membangun kehidupan yang mandiri dan bermakna setelah masa pengabdian formal berakhir. (aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali
Ketika NTT Terluka, NTB Datang Membawa Persaudaraan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA