Oleh: Sigit Susanto*
CERAKEN.ID — Lagi-lagi dan lagi, betapa banyak di sepanjang jalan yang perlu diamati. Mengamati peristiwa di tepi jalan raya lebih cermat, jika dengan ritme slow-motion; jalan kaki, naik cidomo, naik sepeda atau naik sepeda motor. Kalau orang naik mobil, apalagi dengan kencang, nyaris sulit akan menangkap sesuatu yang unik di sepanjang jalan.
Kali ini motor kami datang dari Car Free Day di jalan Udayana. Ketika motor membelok kiri melewati bekas bandara Rembiga, di sebelah kanan ada banyak orang berkerumun dan banyak sangkar burung digantung memanjang.
Motor segera aku parkir di sebelah kiri dan Claudia duduk di bangku beton dekat motor. Aku menyeberang mendekati kerumunan itu.
Ada tukang reparasi sepatu di samping kiri dekat trotoar. Aku tanyakan dahulu sebelum mendekat arena burung itu. Diperoleh keterangan, bahwa itu lomba burung pleci dan hadiahnya ayam jago bangkok.
Sambil mendengarkan cerita tukang reparasi sepatu itu, aku melongok ke arena di belakang pagar besi. Ya, benar aku melihat ada sekitar empat atau lima ayam jago dikurung dengan sangkar bambu di tanah.
Aku pamit pada tukang reparasi sepatu dan memberanikan diri maju sambil menyiapkan kamera HP menuju ke depan deret sangkar burung yang digantung.
Mungkin ada tiga puluh sangkar burung menggantung di lonjoran bambu. Suasananya riuh di bawah pohon mangga dan pohon lain.
Yang menarik bagiku, aku diizinkan membuat video dan aku berjalan di sepanjang trotoar hanya berjarak sekitar lima meter dari arena lomba itu.
Kini lomba dimulai. Seorang memegang semacam kaleng dari bahan blek dan di dalamnya ada benda-benda keras. Kaleng tersebut dikopyok sehingga menimbulkan suara berisik. Sang pemegang kaleng berisik itu berjalan dari ujung sangkar burung ke ujung yang lain. Tujuannya mungkin untuk mengagetkan burung-burung dan uji mental burung, bahwa meskipun burungnya jinak dan pintar berkicau harus tetap tenang.
Kopyokan berlalu, disusul sekitar lima orang maju mendekati deret sangkar burung sambil membawa catatan kertas dan bolpoin. Para juri mencatat dengan cermat burung mana yang paling gacor atau bandel bernyanyi.
Bagaimana cara menilainya. Aku baru tahu bahwa setiap juri hanya mengamati sekitar lima sampai sepuluh sangkar dan tiap sangkar diberi nomor yang menghadap ke juri, sehingga sang juri lebih mudah mencatat nomor sangkar saja.
Kemudian para pemilik burung berdiri tegak sambil menatap burung jagoannya di dalam sangkar. Tampak suasana agak tegang, karena tentu tiap pemilik burung ingin burungnya aktif gacor terus-menerus, sehingga memenangkan perlombaan.
Yang menggodaku gesture para pemilik burung itu, selain terlihat berdiri membatu, mungkin sambil berdoa dalam hati. Saat kutulis ini, Claudia menambahkan, pengamatannya, bahwa para pemilik burung yang berdiri di dekat sangkar burung juga bersiul-siul. Seolah mereka ingin memandu burung jagoannya.
Di negeri tropis memang terdapat banyak lomba unggas dan binatang. Dari adu jangkrik, adu ayam, karapan sapi di Madura dan karapan kerbau di Sumbawa.
Untuk lomba burung kicau ini umurnya sudah tua. Di Jawa lomba kicau burung dari burung perkutut sampai murai.
Di Lombok orang pelihara burung pleci cukup banyak. Burung kecil yang biasa di ranting pohon mencari ulat dan serangga itu mudah ditemukan di taman, kebun, pekarangan rumah.
Di desa Sandik kami sering melewati warung yang menjual banyak burung pleci dan pakannya. Bahkan beberapa kali di jalan kampung di Sandik kami memergoki sekitar lima sampai sepuluh anak muda duduk di atas jembatan dengan kepala menghadap ke atas. Awalnya kami tak tahu kenapa mereka duduk dengan tegang. Baru kutahu ternyata di atas tergantung beberapa sangkar burung pleci. Bisa jadi ini sedang latihan untuk persiapan lomba.
Di jalan raya aku sering bertemu pengendara motor membawa sangkar burung yang dikerudungi kain hitam.
Begitulah di Lombok tak hanya dikenal sebagai lomba motor GP di Mandalika, tapi lomba kicau burung pleci juga ada di tengah masyarakat. (*)
*Penulis buku “Lintas Albania, Swiss, dan Negara Lain” (2025)”, menetap di Zug, Swiss.
Editor : ceraken editor



























































