Oleh Ratna Yuniarti – Akademisi Fakultas Teknik Unram
CERAKEN.ID– Carson, 1962. Silent Spring (Musim Semi yang Sunyi). Dalam Silent Spring disebutkan bahwa penggunaan pestisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) yang tidak terkontrol sangat merugikan. Saat DDT dikomersialkan dan digunakan dalam pertanian sebagai pembasmi hama, bahaya lain ikut mengancam. Bila terkena hujan, DDT yang melekat pada tumbuhan akan larut ke dalam tanah dan mengganggu sistem ekologi bumi. DDT dapat masuk melalui rantai makanan dan menyebabkan akumulasi dalam tubuh makhluk hidup.
Bab I dari buku tersebut, menceritakan keindahan sebuah desa di jantung Amerika, kemudian berganti menjadi desa yang sunyi tanpa suara. Burung-burung terlihat bergetar, sekarat tak bisa terbang. Di peternakan banyak ayam yang mengeram tapi telur tak kunjung menetas. Pohon apel berbunga, namun tak berbuah karena tak ada lebah yang menyerbuki. Di sungai terlihat ikan-ikan yang terpapar mati. Musim semi yang dulu indah, kini tak tampak lagi. Musim semi menjadi sunyi, sepi, bisu tanpa harmoni.
Penggunaan pestisida yang berlebihan di pedesaan Amerika menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang sangat buruk. Silent Spring secara luar biasa menggambarkan dampak hancurnya ekosistem yang menimbulkan malapetaka. Buku ini menjadi penggugah kesadaran masyarakat Amerika tentang pentingnya perlindungan terhadap lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, ilmu lingkungan berkembang pesat. Universitas di banyak negara mulai membuka program studi Ilmu Lingkungan. Di bidang Teknik, ilmu Teknik Lingkungan sangat multidisipliner, mencakup banyak aspek yang beririsan langsung dengan berbagai ilmu lain. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hanya salah satu aspek di antaranya.
Untuk kelestarian lingkungan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, kolaborasi lintas ilmu menjadi kunci.
Ekonomi Karbon dan Makroekonomi Hijau. Ditulis oleh Muhammad Helmi Falah (Dosen Poltek Perikanan Negeri Tual) dan Fety Widianti Aptasari (Dosen FEB Universitas Mataram), buku ini membahas berbagai aspek ekonomi makro dan kontribusinya dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Buku ini dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi NTB. Sebagai wilayah pesisir dan kepulauan, NTB memiliki berbagai potensi untuk mendukung makroekonomi hijau. Mangrove misalnya, sebagai penahan abrasi yang melindungi pulau-pulau kecil, memiliki potensi dalam mekanisme perdagangan karbon berbasis ekosistem pesisir. Pengembangan mangrove sebagai destinasi ekowisata, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung perikanan berkelanjutan yang menjadi sumber penghidupan di banyak pulau kecil NTB. Ekosistem pesisir ini bukan hanya penting secara ekologis, tetapi juga strategis secara ekonomi, sosial dan fiskal.
Buku ini, implementasi dari nasihat para cerdik cendekia: “Dengan membaca, kita menyelami kehidupan berabad-abad silam. Dengan menulis, kita mewariskannya pada generasi-generasi yang akan datang”.
Barakallah, semoga memberi manfaat. Kini dan nanti.*
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor































