KM Dewi Jaya 2 Rute Jakarta-Lombok Terbalik di Perairan Selayar, 24 Penumpang Hilang

Rabu, 13 Maret 2024 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (ceraken.id)  – KM Dewi Jaya 2 rute Muara Baru, Jakarta-Lombok, NTB, terbalik di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 24 orang penumpang kapal itu masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan kapal berpenumpang 37 orang yang memuat ikan itu terbalik di sekitar 52 Nautical Mile dari Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akibat diadang cuaca buruk pada Sabtu (9/3/2024) dini hari.

Sultan menguraikan, pada Senin (11/3/2024) sekitar pukul 06.00 Wita, dua orang ditemukan terdampar di Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar. Satu di antaranya ditemukan telah meninggal dunia. Kemudian di hari yang sama pada pukul 11.00 Wita di Pulau Kayuadi, Kabupaten Kepulauan Selayar, sebanyak 9 orang ditemukan selamat dan 1 orang meninggal dunia.

Selanjutnya pada Selasa (12/3/2024) pukul 16.40 Wita ditemukan lagi satu orang dalam keadaan selamat di Rajuni, Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Hingga saat ini Selasa (12/3/2024), dari 37 orang, telah ditemukan 11 orang selamat, 2 orang meninggal dunia dan 24 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan,” ujar Andi Sultan, Selasa (12/3/2024).

Saat ini tim rescue dari pos SAR Selayar telah berkoordinasi dengan aparat setempat dan membentuk posko gabungan untuk percepatan informasi.

Dalam melakukan pencarian terhadap korban kapal terbalik, Basarnas mengerahkan Rigid Bouyancy Boat (RBB) menuju ke lokasi kejadian.

Baca Juga :  Sukarare: Menenun Identitas di Jantung Pariwisata Lombok

“Namun kendala cuaca, kami melakukan pemantauan dan kordinasi. Jalur tersebut jalur transportasi laut apabila melihat tanda-tanda mohon laporkan atau segera dievakuasi,” tandasnya.

Data korban selamat :

1. Dian kurniawan, Magelang

2. Amirrulhak, Jawa Tengah, Kecamatan Wonokerto

3. M Zaki Muntaha, Pekalongan, Jawa Tengah

4. Waryen, Pekalongan, Karanganyar Derto Gam 6 jembatan Merah

5. Tahmid, Pekalongan

6. Amiluddin, Pekalongan

7. Adi Bagus Panuntun, Pekalongan

8. Septo Guntoro, Pekalongan

9. Maulana Dwi Anggoro, Desa Warulor, Perumahan Balai Restu Agung RT 7 RW 4 Kecamatan Wira, Pekalongan, Jawa Tengah

10. Sun Hen

11. Muzakkir***

 

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Berita Satu

Berita Terkait

Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas
TAG NTB: Mesin Percepatan di Balik Kerja Pembangunan Daerah
Sukarare: Menenun Identitas di Jantung Pariwisata Lombok
Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus
Pengabdian yang Dihidupi: Kongso Sukoco, Teater, dan Etika Kesetiaan
Lalu Anis Mujahid Akbar Terima “Pinangan” Peserta Muswil, Siap Pimpin Dekopinwil NTB
Laporan Muswil Dekopinwil NTB 2025: LPJ Diterima Aklamasi, Sinergi dengan Pemerintah Jadi Penegas Arah Baru
Gubernur NTB Buka Muswil Dekopin 2025: “Akhirnya Dekopin Ada Juga”

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:10 WITA

Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:05 WITA

TAG NTB: Mesin Percepatan di Balik Kerja Pembangunan Daerah

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:15 WITA

Sukarare: Menenun Identitas di Jantung Pariwisata Lombok

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:15 WITA

Menakar Kedaulatan Pangan dari Kandang dan Kampus

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:48 WITA

Pengabdian yang Dihidupi: Kongso Sukoco, Teater, dan Etika Kesetiaan

Berita Terbaru

Puisi-puisi tersebut tidak mencoba menjadi rumit, tetapi mampu menyampaikan rasa secara langsung. Dari kesederhanaan itu, pembaca menemukan kedalaman makna (Foto: aks/ceraken,id)

BEDAH BUKU

Menyusuri Utara, Menemukan Kembali Jejak Persahabatan dan Puisi

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA

BUDAYA

Menyigi Jejak Peradaban di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:28 WITA

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

AJONG MENTARAM

Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:59 WITA