Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

CERAKEN.ID — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Halaman Kantor Wali Kota Mataram pada Jumat pagi (13/02/2026).

Di tengah rutinitas penanganan berbagai persoalan kebencanaan yang kerap melanda kota, jajaran Pemerintah Kota Mataram bersama Tim Satgas Bencana berkumpul dalam sebuah silaturahmi yang sarat makna: pertemuan sederhana namun penuh apresiasi terhadap para petugas yang selama ini bekerja di garis depan.

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, secara langsung menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota Satgas Bencana yang selama ini berjibaku menangani berbagai peristiwa alam, mulai dari banjir, hujan disertai angin kencang, hingga fenomena rob yang kerap mengganggu kawasan pesisir Ampenan.

Dalam sambutannya, wali kota menegaskan bahwa kerja keras para petugas di lapangan merupakan tulang punggung keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat saat situasi darurat terjadi.

Ia mengakui, berbagai kebijakan dan instruksi yang disusun di tingkat pemerintahan tidak akan berarti tanpa kesiapan dan dedikasi petugas yang turun langsung menghadapi kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Ucapan apresiasi itu disampaikan dengan nada tulus. Menurutnya, Satgas Bencana telah menunjukkan kekompakan, loyalitas, serta tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas antaranggota serta tetap menjunjung loyalitas dalam struktur kerja masing-masing instansi.

Apresiasi yang diberikan pemerintah kota tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi penguat semangat bagi para petugas untuk terus hadir saat masyarakat membutuhkan. (Foto: ist)

Silaturahmi tersebut tidak hanya berlangsung formal. Suasana cair tercipta ketika wali kota secara spontan mengajak peserta berinteraksi melalui pertanyaan ringan seputar program pemerintah yang sedang digencarkan untuk menangani persoalan sampah di kota.

Jawaban mengenai program Tempah Dedoro pun langsung mendapat apresiasi berupa hadiah bagi peserta yang mampu menjawabnya dengan tepat.

Kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ketua TP PKK Kota Mataram, staf ahli, para asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah itu diawali dengan senam bersama. Momen tersebut menjadi ajang penyegaran setelah para petugas menghadapi tekanan tugas di lapangan yang kerap berlangsung tanpa mengenal waktu.

Rangkaian acara ditutup dengan pembagian doorprize yang semakin menambah semarak suasana. Tawa dan canda terlihat di wajah para anggota Satgas Bencana, menjadi pelepas penat setelah sekian lama bergelut dengan situasi darurat yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Di balik keceriaan itu, tersirat pesan penting: bahwa para petugas kebencanaan bukan sekadar aparatur, tetapi juga manusia yang membutuhkan perhatian, penghargaan, dan ruang kebersamaan. Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan solidaritas, bukan hanya prosedur dan perintah.

Di tengah tantangan perubahan cuaca dan meningkatnya risiko bencana di kawasan perkotaan, keberadaan Satgas Bencana Kota Mataram menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga.

Apresiasi yang diberikan pemerintah kota tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi penguat semangat bagi para petugas untuk terus hadir saat masyarakat membutuhkan.

Pada akhirnya, kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan.

Di situlah letak kekuatan sebenarnya dari pelayanan kebencanaan: solidaritas dan kepedulian yang hidup di tengah masyarakat.**

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita: akun PPID Kota Mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA