CERAKEN.ID — Sebuah pemerintahan tidak selalu runtuh karena tekanan dari luar. Sering kali, ancaman justru datang dari dalam, ketika kepercayaan memudar, integritas melemah, dan kepentingan pribadi perlahan menggeser kepentingan bersama.
Pesan itulah yang menjadi benang merah arahan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Senin (27/7/2026).
Di hadapan ratusan aparatur, ia tidak sekadar mengingatkan pentingnya disiplin birokrasi, melainkan mengajak seluruh ASN merenungkan kembali makna pengabdian sebagai pelayan publik.
Integritas sebagai Fondasi Pemerintahan
Bagi Mohan Roliskana, integritas bukan sekadar jargon yang terpampang di dinding kantor atau kalimat yang diucapkan saat upacara. Integritas merupakan fondasi yang menentukan apakah sebuah organisasi mampu bertahan menghadapi tantangan atau justru rapuh akibat perilaku orang-orang di dalamnya.
Ia menegaskan bahwa setiap aparatur memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai tersebut. Kepemimpinan, menurutnya, tidak cukup diwujudkan melalui instruksi, tetapi harus dibangun melalui keteladanan yang dapat dipercaya dan diikuti.
“Saya berharap agar kita harus lebih menjaga integritas kita sebagai Aparatur Sipil Negara. Saya percaya Bapak dan Ibu semuanya memegang teguh komitmen itu. Dan insya Allah saya akan berusaha semaksimal mungkin, dengan segala kemampuan dan keterbatasan saya sebagai manusia, untuk memberikan contoh yang patut ditiru oleh Bapak dan Ibu semuanya,” ujar Mohan Roliskana.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kekuatan birokrasi tidak hanya bertumpu pada sistem, tetapi juga pada karakter setiap aparatur yang menggerakkannya.
Perahu yang Tidak Boleh Dilubangi dari Dalam
Dalam arahannya, Wali Kota menggunakan sebuah analogi yang sederhana, tetapi sarat makna. Ia mengibaratkan Pemerintah Kota Mataram sebagai sebuah perahu yang sedang berlayar membawa seluruh penumpangnya menuju tujuan yang sama.
Menurutnya, sebuah perahu tidak akan tenggelam hanya karena ombak atau terpaan angin dari luar. Bahaya justru muncul ketika ada yang melubangi lambungnya dari dalam. Analogi tersebut menjadi metafora tentang pentingnya loyalitas terhadap organisasi, kejujuran dalam bekerja, serta tanggung jawab menjaga nama baik institusi.

“Jangan lubangi perahu yang kita semua ada di dalamnya. Perahu tidak tenggelam karena udara di luar, tetapi karena ada lubang di dalamnya. Maka jangan sampai ada yang melubangi perahu itu dari dalam. Daripada salah satu dari Anda mencoba melubangi perahu itu, saya ceburkan ke laut,” tegasnya.
Ungkapan itu bukan sekadar peringatan, melainkan ajakan agar setiap ASN menyadari bahwa kerusakan organisasi sering kali berawal dari perilaku individu. Ketika integritas seorang aparatur runtuh, dampaknya tidak hanya dirasakan dirinya sendiri, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Budaya Saling Mengingatkan demi Pelayanan Publik
Meski menekankan pentingnya loyalitas, Mohan menegaskan bahwa menjaga organisasi bukan berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, ia mendorong budaya saling mengingatkan sebagai mekanisme untuk memperkuat kualitas pemerintahan.
Kritik, menurutnya, merupakan bagian dari proses perbaikan selama disampaikan dengan niat membangun, bukan untuk menciptakan rivalitas atau menjatuhkan sesama.
“Kalau ada yang salah, tindakan pimpinan yang salah, diingatkan. Jangan dijadikan celah untuk menjatuhkan atasan atau menyingkirkan rivalitas yang ada. Kita ini keluarga besar. Secara anatomi tubuh, kalau satu sakit, semua ikut merasakan sakit,” katanya.
Bagi Mohan, birokrasi yang sehat lahir dari lingkungan kerja yang harmonis, komunikasi yang terbuka, kepatuhan terhadap aturan, dan semangat saling mendukung. Modal sosial itulah yang akan memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa tantangan pemerintahan ke depan tidak akan semakin ringan. Karena itu, soliditas ASN menjadi kekuatan utama agar Pemerintah Kota Mataram mampu menjalankan berbagai program pembangunan secara efektif.
Menutup arahannya, Wali Kota kembali mengajak seluruh aparatur memperkuat rasa memiliki terhadap institusi yang mereka bangun bersama.
“Tetap kompak semuanya, tetap jaga semangat kekeluargaan, jaga suasana kebersamaan kita sebagai aparatur sipil negara, keluarga besar Pemerintah Kota Mataram.”
Pada akhirnya, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang berkualitas selalu berawal dari karakter aparatur yang berintegritas. Ketika setiap ASN memilih menjaga “perahu” yang mereka tumpangi bersama, maka kepercayaan masyarakat akan tetap menjadi tujuan yang dapat dicapai melalui pemerintahan yang solid, profesional, dan bertanggung jawab. (*)
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: ppid.mataramkota.go.id



























































