Transisi Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Transisi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah pada akhirnya akan diuji oleh kemampuan negara menjaga keseimbangan antara percepatan pertumbuhan dan pemerataan manfaat pembangunan (Foto: ist)

Transisi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah pada akhirnya akan diuji oleh kemampuan negara menjaga keseimbangan antara percepatan pertumbuhan dan pemerataan manfaat pembangunan (Foto: ist)

CERAKEN.ID — Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah Indonesia mulai mengarahkan strategi besar untuk memastikan pertumbuhan tetap terjaga sekaligus memberi manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.

Agenda tersebut mengemuka dalam forum ekonomi yang digelar di Jakarta, ketika Kementerian Keuangan Republik Indonesia memaparkan arah kebijakan fiskal dan strategi pembangunan nasional memasuki fase transisi ekonomi baru.

Dalam forum ekonomi yang diselenggarakan Bloomberg Technoz bertema Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities pada 12 Februari 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan strategi pembangunan berbasis tiga pilar utama.

Menurutnya, pendekatan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat dibaca melalui tiga fondasi utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan hasil pembangunan, dan stabilitas sosial. Ketiga unsur tersebut dinilai tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Kalau ketiganya nggak ada, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa tercipta,” ujar Menkeu dalam forum tersebut.

Mesin Pertumbuhan Dinyalakan Kembali

Pemerintah, lanjut Menkeu, telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan ekonomi sejak September 2025 melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, serta penguatan sektor riil. Instrumen belanja negara didorong lebih cepat, baik melalui kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah, untuk memastikan perputaran ekonomi kembali bergairah.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Pada saat yang sama, likuiditas di sektor keuangan juga diperkuat agar dunia usaha memperoleh akses kredit lebih luas. Kebijakan ini bertujuan menggerakkan investasi sekaligus konsumsi masyarakat.

Menurutnya, kombinasi dorongan fiskal, moneter, serta aktivitas sektor swasta inilah yang berhasil membalikkan tren ekonomi pada penghujung 2025.

Hasilnya mulai terlihat. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2025 tercatat mencapai 5,39 persen, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir pascapandemi Covid-19.

Selain menjaga pertumbuhan, pemerintah juga fokus memperbaiki iklim usaha yang selama ini dinilai masih dihambat berbagai persoalan perizinan, regulasi, hingga birokrasi teknis di lapangan.

Untuk itu, pemerintah membentuk task force debottlenecking, sebuah mekanisme yang memungkinkan pelaku usaha menyampaikan keluhan secara langsung melalui platform daring. Keluhan tersebut kemudian dibahas secara rutin dalam sidang mingguan lintas kementerian dan lembaga.

Menurut Menkeu, pendekatan ini mendapat respons positif dari pelaku bisnis karena memberikan jalur penyelesaian masalah secara cepat dan konkret. Ia optimistis, jika mekanisme ini berjalan konsisten sepanjang tahun, sebagian besar hambatan usaha dapat diurai sebelum akhir tahun.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Target Pertumbuhan Lebih Tinggi

Pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,4 persen pada 2026. Namun, Menkeu menyatakan pihaknya akan berupaya mendorong pertumbuhan mendekati 6 persen melalui berbagai stimulus ekonomi.

Berbagai insentif dan stimulus fiskal direncanakan digelontorkan sejak awal tahun, termasuk dukungan belanja negara dan kebijakan moneter yang mendukung ekspansi investasi.

Menurutnya, ekspansi ekonomi diharapkan berlanjut hingga awal dekade 2030-an, seiring upaya Indonesia memanfaatkan peluang pertumbuhan baru di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Tantangan utama pemerintah ke depan bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut inklusif dan berkelanjutan. Pemerataan kesejahteraan dan stabilitas sosial menjadi faktor kunci agar ekspansi ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Transisi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah pada akhirnya akan diuji oleh kemampuan negara menjaga keseimbangan antara percepatan pertumbuhan dan pemerataan manfaat pembangunan.

Jika strategi ini berjalan konsisten, Indonesia tidak hanya mampu keluar dari tekanan global, tetapi juga memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang dan stabil di tahun-tahun mendatang.**

 

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita: kemenkeu.go.id

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA